Program Studi Ekonomi Islam Undip Bahas Manajemen Pengelolaan Zakat

  • Gelar Kuliah Tamu Praktisi Secara Daring

DOSEN TAMU : Ketua BAZNAS Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, S.E., M.M selaku pembicara dalam acara kuliah dosen tamu praktisi

SEMARANG, WAWASANCO - Program Studi (Prodi) Ekonomi Islam FEB Undip mengadakan kuliah tamu praktisi diskusi tentang manajemen pengelolaan zakat secara daring, Rabu (24/11/2020)

Kegiatan merupakan hasil kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang yang merupakan kegiatan rutin Kuliah Dosen Tamu Praktisi pada Prodi Ekonomi Islam Undip. 

Ketua Prodi Ekonomi Islam, Darwanto, S.E., M.Si., M.Sy mengatakan diskusi semacam ini perlu dilakukan mengingat masih banyak permasalahan mengenai pengelolaan zakat di Indonesia. 

“Permasalahan pengelolaan zakat perlu kita soroti bersama mengingat realisasi penerimaan yang masih jauh dari potensi yang ada," papar Darwanto. 

Topik yang dibahas dalam acara kuliah tamu praktisi adalah manajemen pengelolaan zakat. 

Menurut dia, hal yang menjadi penting dalam pengelolaan zakat adalah manajemen yang baik agar dapat mencapai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai. 

Melihat dari perspektif mahasiswa, Darwanto melihat selama ini mereka sudah memberikan atensi yang cukup serius,  terkait dengan topik-topik yang berkaitan dengan zakat, baik melalui ajang kompetisi ilmiah maupun penelitian tugas akhir. 

“Sudah menjadi tugas akademisi, untuk melakukan studi emipiris terkait permasalahan zakat, terutama mahasiswa prodi Ekonomi Islam yang sedang menyelesaikan tugas akhir, supaya dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam pemecahan masalah yang ada,” imbuh Darwanto. 

Sementara, Ketua BAZNAS Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, S.E., M.M selaku pembicara dalam acara kuliah dosen tamu praktisi menuturkan, penyelenggaraan diskusi penting dilakukan terutama dikalangan akademisi yang merupakan kawah candradimuka ilmu pengetahuan. 

Dia mengungkapkan, era saat ini, generasi milenial menjadi sasaran yang potensial untuk memberikan peran dalam peningkatan penerimaan zakat.  

“Strategi manajemen pengelolaan zakat di BAZNAS termasuk bagaimana melakukan pendekatan kepada generasi milenilal dalam memberikan edukasi manfaat dan pentingnya zakat utuk kesejahteraan ekonomi," terangnya. 

Selain itu, diskusi lebih lanjut berkaitan dengan bagaimana BAZNAS mempersiapkan strategi manajemen pengelolaan zakat, untuk kondisi new normal baru. 

“Konsen kami dalam pengelolaan zakat di masa new normal nanti lebih pada pendayagunaan zakat yang bersifat produktif, sehingga sedang dipersipakan strategi yang tepat," jelas Arnaz. 

Terkait topik bahasan dalam kuliah dosen tamu praktisi, terkait manajemen pengelolaan zakat menjadi bahasan yang menarik, agar dapat menghasilkan masukan dan kritik dalam rangka perbaikan manajemen pengelolaan zakat di Indonesia. 

“Tinjauan kritis secara ilmiah serta diskusi yang mendalam, dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif, mengingat problem-problem zakat yang selalu berkembang," pungkas Arnaz. 

 

Penulis : rls
Editor   : edt