Buka di Malam Pergantian Tahun, Dua Café di Purbalingga Ditutup Paksa


Petugas Satpol PP Pemkab Purbalingga mendatangi café yang nekat buka di malam pergantian tahun, Kamis (31/12) malam. Café tersebut akhirnya ditutup paksa. (Foto :Dok Satpol PP Pemkab Purbalingga)

PURBALINGGA, WAWASANCO- Satgas pengendalian Covid-19 Kabupaten Purbalingga mendatangi sejumlah kafe yang nekad buka di jelang pergantian tahun, Kamis (31/12) malam.Para pengelola diminta untuk menutup tempat usaha itu lantaran di duga melanggar Surat Edaran Bupati Purbalingga yang mengharuskan tutup pada pukul 17.00 WIB.

“Dua kafe di Jalan Pujowiyoto dan di Jalan MT Haryono terpaksa kita tutup paksa,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purbalingga, Suroto, Jumat (1/1)

Suroto menyampaikan, saat didatangi petugas, dalam kafe terdapat aktifitas live music. Puluhan pengunjung memadati kafe tanpa mengindahkan protokol kesehatan.“Pengunjungnya ramai. Jam 22.00 masih buka, ya kita tutup," tegasnya.

Dua kafe yang nekat buka tersebut berdalih belum mengetahui kebijakan pemerintah terkait jam malam saat momen tahun baru. “Kami sudah sosialisasi lewat pengeras suara melalui mobil kehumasan. Lewat halo-halo dan juga secara lisan," ujarnya.

Suroto menambahkan, tak hanya kafe dan toko modern, petugas juga mendapati sejumlah remaja berbusana punk masih berkerumun di sekitar kota. Saat dicokok petugas, mereka kebingungan karena kawasan kota tiba-tiba telah sepi.“Anak punk ada yang masih berkeliaran di kota, kami tanya mereka mau kemana dan kami antarkan,” ujarnya.

Dari hasil pantauan, Suroto menyebut, secara umum masyarakat Purbalingga telah sukses melewati malam tahun baru dengan tertib.  Hal ini terlihat dari lalu lintas perkotaan yang sepi. Tidak ada satupun kendaraan bermotor yang berusaha menerobos barikade yang dipasang petugas.

Sebelumnya Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) mengeluarkan Surat Edaran (SE)  Nomor 300 / 23852 Tanggal 23 Desember 2020 perihal Intensifikasi Penerapan Prokes Covid-19 dan Larangan Perayaan Tahun Baru 2021.  SE tersebut ditujukan kepada para Pemilik / pengelola Perusahaan, Obyek Wisata, Hotel/Restoran, Toko, Usaha Hiburan;  dan Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata  Se-Kabupaten Purbalingga.

“ Melalui surat tersebut,  ditegaskan  larangan melaksanakan kegiatan apapun, termasuk perayaan tahun baru 2021 baik di dalam maupun di luar ruangan.  Terlebih lebih disertai pesta petasan / kembang api yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat secara tidak terkendali," kata Tiwi, Sabtu (26/12).

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt