PDIP Salatiga Siapkan Kader untuk Maju di Pilkada 2024


Teddy Sulistio saat menyerahkan tumpeng HUT PDIP ke-48 usai pengarahan dari Presiden RI Joko Widodo secara virtual di Pendopo Bung Karno, di Gedung DPRD Salatiga, Minggu (10/1) petang. Foto: Ernawaty

SALATIGA, WAWASAN.CO. peringatan HUT PDIP ke-48 tahun 2021 dijadikan sebagai momentum DPC PDIP Kota Salatiga mempersiapkan diri dalam ajang Pilkada 2024. 

"Sekaligus momentum evaluasi dan belajar dari kesalahan Pilkada sebelumnya," Ketua PDIP Salatiga Teddy Sulistio usai mendengarkan pengarahan Presiden RI Joko Widodo dilanjutkan, penyerahan sebanyak 48 tumpeng kepada warga Salatiga, di Gedung DPRD Salatiga, Minggu (10/1) petang. 

Hadir dalam kegiatan itu, seluruh pengurus, kader mulai tingkat ranting hingga DPC serta simpatisan PDIP Salatiga. 

Dikatakan Teddy, HUT Partai Banteng Moncong Putih tahun ini sebagai eveluasi agar tahun 2024  kemenangan bagi PDIP Salatiga.

"Sesuai instruksi DPP, kita diminta menyiapkan kader menghadapi Pilkades serentak 2024. Dan kita belajar dari kesalahan Pilkada sebelumnya dimana satu Minggu baru dapat caleg. Itu jangan sampai terjadi lagi," tandas Teddy. 

Mantan Ketua DPRD Salatiga ini menyebut tidak boleh ada lagi 'kecelakaan' politik seperti halnya yang terjadi pada Pilkada Salatiga sebelumnya. 

Selain itu, caleg yang akan diusung harus bisa berkorelasi terhadap PDIP. 
"HUT PDIP ke-48 sekaligus menjadi pesan DPP kepada DPC seluruh Indonesia tak terkecuali PDIP Salatiga agar agar menyiapkan diri dengan target kemenangan," paparnya. 

Ditanya apakah sebuah kerugian atau justru keuntungan bagi DPC PDIP Salatiga bahwa momen Pilkada Salatiga molor dua tahun, Ketua Fraksi PDIP Salatiga ini menilai hal tersebut tidak menjadi persoalan. 

"Molor atau tidak Pilkada Salatiga nanti sama aja. Perintah dari awal agar mempersiapkan caleg untuk 2024. Karena 

Sementara, Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit yang juga sekretaris DPC PDIP Salatiga menandaskan ulang tahun PDIP ke-48 tahun ini harus menjadi Partai pelopor berbasis ke masyarakat. 

Di usia ke-48 tahun sebagai usia yang cukup dewasa PDIP bersama masyarakat. Sehingga, sebagai partai yang berbasis masyarakat  kader partai pun harus menjadi bagian dalam masyarakat itu sendiri. 
"Apa kata masyarakat itu kata partai. Jadi kita ini pelopor partai berbasis masyarakat," sebut Dance. 

Terkait 48 buah tumpengan yang disediakan, diakui Dance, sebagai simbol partai untuk rakyat. 
"Yang bersyukur bukan hanya kader PDIP tapi juga masyarakat Indonesia. Sehingga, penerima tumpeng ini nanti adalah perwakilan masyarakat Salatiga yang sudah ditunjuk," imbuhnya.  

Sebelumnya, seluruh pengurus PDIP Salatiga mendengarkan arahan dari Presiden RI Joko Widodo melalui virtual.

Penulis : ern
Editor   : edt