PPKM di Purbalingga Diberlakukan, Pengunjung Pasar Hewan Dibatasi


Petugas kepolisian memeriksa identitas pengunjung yang datang ke Pasar Hewan Purbalingga, Senin (11/1). PPKM mulai diberlakukan, warga dari luar Purbalingga tidak diperbolehkan datang dan berjualan di pasar tersebut. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO- Pemkab Purbalingga mulai memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (11/1). Sejumlah kegiatan keramaian dibatasi. Salah satunya aktifitas di kompleks Pasar Hewan Purbalingga.

“Sesuai Edaran Bupati Purbalingga Nomor 300/0201 tertanggal 6 Januari 2021  tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM)  Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19  di Kabupaten Purbalingga,  pembatasan dimuLAI 11-25 Januari. Termasuk kegiatan di Pasar Hewan. Pengunjung kita  batasi,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Suroto.

Dijelaskan,  dalam poin 9  edaran itu disebutkan bahwa  Pasar Hewan tetap beroperasi, namun khusus untuk pedagang kambing dan unggas dari luar Purbalingga tidak diperkenankan untuk berjualan.  Pasar Hewan Purbalingga beroperasi setiap Senin dan Kamis. “Oleh karena itu hari ini bertepatan dengan  operasional Pasar Hewan dan pemberlakuan PPKM, maka petugas kami siagakan di Pasar Hewan,” jelasnya.

Petugas gabungan dari Satpol PP, kepolisian, TNI, dan Petugas Kesehatan berjaga di pintu masuk kompleks Pasar Hewan.  Pengunjung dan pedagang yang hendak masuk ke lokasi tersebut diperiksa dengan ketat. “Mulai dari cek suhu tubuh hingga diminta memperlihatkan kartu identitas. Jika warga Purbalingga boleh masuk, jika bukan maka tidak diperbolehkan masuk,’ ungkapnya.

Selain itu pengunjung dan pedagang yang diperbolehkan masuk juga diminta menerapkan protokol kesehatan ketat. Mulai dari  wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak satu sama lain.

Keberadaan petugas gabungan di pintu masuk Pasar Hewan sempat membuat pengunjung dan pedagang yang hendak berjualan terkejut. Namun petugas memberikan penjelasan.  Suroto mengatakan pembatasan dilakukan sebagai upaya preventif. “Kita ingin menekan penyebaran Covid-19. Saat ini Purbalingga masuk zona merah.  Semoga dengan PPKM  ini penularan Covid-19 bisa dihindari,” harapnya.

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt