Penguatan Pendidikan Masyarat, Upaya Penting untuk Pencegahan Korupsi


MEMAPARKAN : Ketua KPK RI, Komjen Drs Firli Bahuri MSi (kanan) saat memaparkan materi dalam webinar yang diselenggarakan IKA BK Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes, secara virtual di aplikasi Zoom dan Youtube, Sabtu (16/1/2021).

SEMARANG, WAWASANCO – Penguatan pendidikan masyarakat, menjadi salah satu upaya strategi dalam pencegahan korupsi di Indonesia. Semakin kuat Pendidikan Anti Korupsi (PAK) dipahami, berbanding lurus dengan dengan pemahaman bahaya korupsi, sehingga orang tidak ingin melakukan korupsi atau ada kesadaran mencintai negeri.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Komjen Drs Firli Bahuri MSi saat memaparkan materi dalam webinar yang diselenggarakan Ikatan Alumni (IKA) Jurusan Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang (Unnes) secara virtual di aplikasi Zoom dan Youtube, Sabtu (16/1/2021).

“KPK mengedepankan pendekatan pendidikan masyarakat, sebagai satu diantara tiga strategi dalam pemberantasan korupsi di negeri ini. Pendekatan ini juga dipandang penting dalam mewujudkan tujuan negara, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa melalui PAK,” papar Firli, dalam webinar yang mengambil tema ‘'Peran Guru BK dalam Pendidikan Anti Korupsi'’ tersebut.

Lebih jauh dijelaskan, dalam pendidikan masyarakat terkait PAK, pihaknya menyasar dari jenjang pendidikan dasar menengah (dikdasmen) hingga perguruan tinggi. 

“Mulai dari TK, SD, SMP, SMA sederajat, hingga Perguruan Tinggi. Kita tanamkan nilai-nilai anti korupsi ini di sela mata pelajaran yang diberikan, dalam mata kuliah yang disampaikan. Diharapkan dengan penanaman nilai PAK sejak dini, kelak kemudian hari mereka nantinya tidak melakukan korupsi,” terangnya. 

PAK tersebut juga menyasar kepada para penyelenggara negara, calon penyelenggara negara, para politisi, dan partai politik (parpol). ''Kami masuk di lini politik, parpol kami ajak berbicara bagaimana kita bisa membangun politik berintegritas. Terdekat dalam rangka Pilkada di 270 daerah kemarin, kami ketengahkan program mewujudkan pilkada berintegritas,'' ungkap Firli.

Penanaman pendidikan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, juga menyasar kepada badan usaha, baik milik negara maupun swasta.

''Kami bangun good corporate governance. Kami juga bangun unit pengendalian gratifikasi dan kami bangun ISO 37001, berupa satu  sistem manajemen anti penyuapan. Kami lakukan semua ini sebagai upaya yang dilakukan KPK untuk pemberantasan korupsi. Bukan hanya OTT (Operasi Tangkap Tangan), kami juga masuk dalam pendidikan,'' lanjut mantan Wakapolda Jateng tersebut.

Upaya tersebut perlu dilakukan, sebab sektor badan usaha selama ini rawan terjadi korupsi, sehingga diperlukan penguatan dalam upaya pencegahan. 

“Kita menilai melalui pendidikan diharapkan ada pemahaman bahaya korupsi. Dengan begitu, orang tidak ingin melakukan atau tidak mau melibatkan diri pada korupsi,” tegasnya.

Mengutip dari kata-kata tokoh internasional, Nelson Mandela, dipaparkan pendidikan menjadi senjata paling ampuh yang bisa digunakan untuk mengubah dunia. “Terlebih pendidikan, merupakan salah satu pilar terpenting dalam pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia),'' tandas jenderal polisi bintang tiga tersebut.

Selain Ketua KPK RI, dalam webinar tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lain. Diantaranya, Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, yang menyampaikan materi tentang 'Nilai dan Karakter Konservasi dalam PAK’, serta Widyaiswara Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Penjas dan BK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Arif Taufiq Dani Abdillah SPd MPd dengan materi ‘'Generasi Milenial Bermental Antikorupsi : Sebuah Investasi Besar dari Guru BK’.

Tercatat ada sebanyak 1.952 peserta dari seluruh Indonesia, yang mengikuti kegiatan tersebut secara daring. Termasuk juga diikuti oleh  para dosen, guru besar serta jajaran Dekanat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes.

Selain webinar, dalam kegiatan yang dimoderatori Dr Dini Rakhmawati MPd tersebut, pada akhir acara juga dilakukan reorganisasi IKA BK Unnes untuk kepengurusan 2021-2025. 

Setelah dilakukan voting, terpilih Dra Ardina Safitri Firli sebagai Ketua IKA BK Unnes periode 2021-2025. Sebelumnya, dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua IKA BK Unnes masa bakti 2017-2020. 

Penulis : arr
Editor   : edt