Prodi Akuntansi FEB UKSW Raih Akreditasi Unggul


Yefta Andi Kus Noegroho. Foto : ist/ Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO- Akreditasi unggul yang dicapai Program studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), menjadi yang pertama di perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah. 

 

Sebelumnya, Program studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) resmi mendapatkan akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN – PT). Akreditasi unggul didapatkan berdasarkan surat keputusan No. 8478/SK/BAN-PT/AK-ISK/S/XII/2020.  

 

Ketua Program studi Akuntansi FEB UKSW Yefta Andi Kus Noegroho, S.E., M.Si., Akt., CMA., didampingi Humas UKSW Anggraini Upik, Rabu (20/1) menyampaikan rasa syukurnya atas capaian akreditasi unggul prodi yang dipimpinnya. 

 

Disampaikan Yefta Andi Kus Noegroho, tahun 2020 terjadi konversi akreditasi dari peringkat terakreditasi A ke peringkat akreditasi unggul, peringkat terakreditasi B ke peringkat akreditasi sangat baik dan peringkat terakreditasi C ke peringkat akreditasi baik. 

 

"Mempertahankan lebih sulit dari mencapai. Ke depan kami terus meningkatkan beberapa aspek, antara lain adalah meningkatkan jumlah publikasi internasional," kata Yefta Andi Kus Noegroho. 

 

Rasio publikasi internasional  sekarang, ungkapnya, 1 dosen 1 publikasi, karena itu ke depan kami akan tingkatkan. 

 

Selain itu mulai semester ini Prodi Akuntansi juga mulai menerapkan kurikulum kampus merdeka dimana salah satunya menekankan pada pembentukan start up dengan harapan dapat membekali lulusan agar dapat merintis usaha sehingga bisa menyediakan lapangan kerja.. 

 

Diperkuat dengan 11 dosen yang sudah bergelar doktor, Yefta Andi menuturkan Prodi Akuntansi juga terus melakukan peningkatan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

 

"Saat ini ada 6 desa yang telah menandatangani MoU untuk mendapatkan pendampingan dalam hal pembinaan pengelolaan administrasi keuangan BUMDes," imbuhnya. 

 

Lebih jauh ia menerangkan, untuk mendapatkan akreditasi unggul, dikatakan Yefta Andi prodinya harus memenuhi 10 standar baru diantaranya adalah kualifikasi dosen, waktu tunggu lulusan, kesesuaian bidang pekerjaan dengan latar belakang pendidikan  dan juga kepuasan pelanggan. 

 

Capaian ini, diakui menjadi suatu tantangan karena indikator-indikator tersebut tidak sepenuhnya ada dalam jangkauan pihaknya. 

"Ketika prodi mengirimkan angket ke alumni dan pengguna lulusan, penilaian sepenuhnya dilakukan mereka dan puji Tuhan responnya positif," tandasnya.

Penulis : ern
Editor   : edt