Kades Bedono Kecamatan Sayung Agus Salim saat beraudiensi dengan Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS, menyampaikan keinginan relokasi warga Mandalika yang terisolasi oleh rob. Foto : sari jati
DEMAK, WAWASANCO- Perwakilan warga Mandalika dikoordinasi Kades Bedono Agus Salim mendatangi DPRD Demak, Senin (1/2). Kepada Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS mereka mengadukan kehidupan keseharian yang tenggelam oleh rob hingga terisolasi.
Terungkap, air pasang laut disertai abrasi yang telah merambah dua puluh tahun terakhir kian hari semakin menenggelamkan Desa Bedono khususnya Dukuh Mandalika. Pembangunan jalan tol yang berfungsi sekaligus sebagai tanggul laut disebut-sebut semakin memperparah kawasan pemukiman 150 KK tersebut.
"Ditambah lagi angin kencang dan musim gelombang tinggi seperti saat ini, makin-makin menimbulkan kecemasan warga. Belum lagi jalan akses dari dan keluar desa putus karena hancur dan tenggelam oleh rob, membuat Dukuh Mandalika terisolasi dari kehidupan umum," kata Agus Salim.
Sehubungan itu lah warga mendesak DPRD Demak untuk turut serta memecahkan persoalan mereka. Mulai dari relokasi hingga memperbaiki infrastruktur desa, sehingga Dukuh Mandalika tak lagi terisolir.
Mengenai keluhan warga Mandalika, Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS mengatakan, semua pembangunan pasti lah ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan. Kebetulan kaitannya pembangunan jalan tol yang sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut, Sayung sisi Utara termasuk Dukuh Mandalika mendapatkan imbas buruknya. Kawasan pemukiman semakin tergenang karena masalah saluran pembuangan.
Mengenai rob, sebenarnya sudah lama menjadi masalah. Mengandalkan keuangan daerah tentu saja tak cukup. "Maka itu butuh urun tangan pemerintah provinsi dan pusat, agar banjir rob ini terkategori bencana dan mendapatkan penanganan serius. Tentunya sebelum Sayung benar-benar tenggelam. Sebab saat ini pun rob sudah menyentuh jalan nasional," ujar politisi PDIP itu.
Sedangkan kaitannya permintaan relokasi, karena butuh proses dan kooordinasi dengan pemda ataupun instansi berwenang, Fahrudin berjanji berkomunikasi dengan Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Sehubungan penggunaan rumah susun di kawasan Kota Semarang yang belum berpenghuni untuk menampung warga Mandalika sementara waktu.
Penulis : ssj
Editor : edt