Beternak Burung Murai Batu, Dedi Kusmantoro Mampu Raup Keuntungan Jutaan Rupiah


Dedi Kusmantoro, menunjukkan burung Murai Batu kesayangannya di rumahya  Saditan Baru. Dari usaha beternak Burung Murai, Dedi mampu meraup keuntungan jutaan rupiah. Foto. ero

BREBES, WAWASANCO – Dedi Kusmantoro, warga Saditan Baru, Kelurahan/Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes mampu meraup keuntungan jutaan rupiah, dari beternak burung Murai Batu.

Awalnya, pria yang akrab disapa Dedi ini sekedar hobi dengan memelihara burung Murai Batu. Namun, dia mampu menangkap peluang usaha yang cukup menjanjikan dengan beternak hewan burung yang satu ini.

Dedi  yang ditemui dirumahnya, Senin (8/2) menceritakan, awal mula beternak burung Murai Batu sekitar tahun 2015. Hanya saja, saat itu ia belum benar-benar  serius untuk terjun ke bisnis tersebut. Melainkan hanya coba-coba dan berawal dari kesukaannya memelihara burung kicau.

Tak heran di rumahnya kini banyak burung kicau, mulai Murai Batu dan beberapa jenis burung lainnya, bahkan ia juga menerima pesanan ring burung.

“Alkhamdulillah saat ini, saya sudah mempunyai beberapa pasang indukan burung Murai Batu untuk diternak. bahkan sudah sering menetas dan menjual anakannya,” terangnya.

Menurut Dedi beternak burung murai batu, memang memerlukan ketekunan. Awalnya, ia membeli bibit indukan (murai jantan dan betina) usia sekitar 2 tahun. Saat itu seekor burung Murai Batu dibelinya sekitar Rp 5 juta. Lalu, jumlah indukan terus ditambahnya. Hingga kini, ia mempunyai beberapa pasang induk burung Murai Batu.

“Semua burung murai batu yang saya ternak sudah pernah bertelur dan menetas. Saya sudah sering menjual anak burung Murai atu yang sudah mandiri. Rata-rata dijual dengan harga mulai dari Rp 1,5 juta hingga 2,5 juta,” jelas Dedi.

Bagi para pecinta burung kicau dan merpati yang hendak diberi tanda burung pemiliknya, Dedi juga menjual ring burung sesuai pesanan, bisa menghubungi langsung dengan nomor whatsapp 089521395175 - 089688166671 alamat Jalan Saditan Baru RT 04 RW 06 Kelurahan Brebes Jawa Tengah.

 

 

 

Penulis : ero
Editor   : edt