Silpa Hingga 1,1 Milyar, 50 Persen Dana DBHCHT Tahun 2021 Guna Pemulihan Ekonomi Salatiga


Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat audensi dengan Kakanwil Bea Cukai Provinsi Jawa Tengah, Sucipto beserta jajaran di rumah dinasnya, beberapa waktu lalu. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASAN.CO. Kepala Bagian Perekonomian Setda Salatiga Dr. Siswo Hartanto, SE., MSi mengatakan, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) di Kota Salatiga tahun 2020 mengalami silpa hingga Rp 1,1 milyar.

Dana Silpa ini, nantinya akan digabungkan dengan DBHCHT yang dikelola tahun anggaran 2021 sebanyak Rp 7,1 milyar. 

"Adanya silpa yang cukup besar jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan kondisi ditengah pendemi Covid-19," kata Siswo Hartanto kepada Wawasan.co, Senin (15/2).

Kondisi tersebut (adanya Silpa), diakuinya tidak hanya dialami Kota Salatiga saja. Mengingat, ditengah pandemi Covid-19 penyerapan berkurang.
"Memang, silpa tahun 2020 Kota Salatiga biasanya tidak sampai angka satu (Rp 1 milyar)," ungkap dia.

Dijelaskannya, DBH CHT di Kota Salatiga tahun 2020 mengalami silpa hingga Rp 1,1 tersneui telah dilaporkan ke Wali Kota Yuliyanto saat menerima kunjungan Kakanwil Bea Cukai Provinsi Jawa Tengah, Sucipto beserta jajaran di rumah dinasnya, kemarin.

"Kakanwil Bea Cukai Provinsi Jawa Tengah Pak Sucipto memaklumi jika Silpa DBH CHT di Kota Salatiga segitu. Karena hampir daerah lain di Jawa Tengah rata-rata mengalami," imbuhnya.

Terkait DBHCHT yang dikelola tahun anggaran 2021 sebanyak Rp 7,1 milyar, sebesar 50 persen dari total DBHCHT Kota Salatiga diperuntukkan pemulihan ekonomi.

"Tercatat DBHCHT yang dikelola tahun anggaran 2021 sebanyak Rp 7,1 milyar. 50 persennya, untuk pemulihan ekonomi akibat terdampak Covid-19," tandasnya.

Jika tahun-tahun lalu untuk sektor kesehatan menjadi prioritas, tahun 2021 ini DBHCHT diperuntukkan pemulihan ekonomi efek dari terdampak Covid-19.

"Selanjutnya, masing-masing 2,5 persen berikutnya dialokasikan untuk sektor lain yakni kesehatan dan penegakan hukum," ungkap dia.

Ia menandaskan, jika tahun 2020 lalu Kota Salatiga sebagai salah satu penghasil cukai sehingga mendapat alokasi Rp 5,5 miliar.

"Dari angka tersebut sebesar Rp 3,5 miliar diperuntukkan di bidang kesehatan. Namun tahun 2021 ini, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI No 206, bahwa DBHCHT sebanyak 50 persen diperuntukkan pemulihan ekonomi," imbuhnya./r

Penulis : ern
Editor   : edt