PGRI Demak Bantu Guru dan Sekolah Terdampak Banjir


Ketua PGRI Kabupaten Demak H Sapon didampingi jajaran pengurus cabang saat menyerahkan bantuan solidaritas bagi guru dan sekolah terdampak banjir di Kabupaten Demak. Attachments area

DEMAK, WAWASANCO- Curah hujan tinggi awal Februari 2021 membawa serta bencana alam di sejumlah daerah. Tak terkecuali di Kabupaten Demak, banjir limpas sungai dan tanggul amblas menjadikan belasan desa di sejumlah kecamatan tergenang.

Keprihatinan dampak bencana banjir tersebut kiranya telah menumbuhkan solidaritas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Demak untuk memberikan bantuan. Hingga secara sukarela mereka memberikan sumbangan guna meringankan beban guru serta sekolah-sekolah terdampak banjir.

Ketua PGRI Kabupaten Demak H Sapon SPd MPd menyampaikan, sejauh ini terdata 71 sekolah mulai TK, SD dan SMP, serta 196 guru terdampak banjir. Mereka tersebar di delapan titik cabang PGRI, seperti Sayung, Karanganyar, dan Bonang.

"Dari aksi solidaritas tersebut terkumpul anggaran senilai Rp 89,3 juta. Sebanyak 71 unit atau lembaga atau sekolah mendapatkan bantuan Rp 500 ribu. Sedangkan 196 guru baik anggota PGRI maupun tidak, mendapatkan bantuan senilai Rp 150 ribu," ujarnya, Selasa (16/2).

Bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai kepada para guru dan sekolah dimaksudkan agar bisa dibelanjakan sesuai kebutuhan. Di samping tentunya demi transparansi, kata Sapon. 

Sedangkan Rp 18,3 juta sisanya diserahkan ke PB PGRI melalui PGRI Provinsi Jateng untuk membantu korban bencana alam di lingkungan dunia pendidikan yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Terlebih meski bencana melanda atau sedang berlangsung, guru dituntut bekerja profesional mencerdaskan dan mendidik anak bangsa. 

"Banjir maupun bencana alam lainnya sering kali tak terhindar. Namun sebagai pendidik, utamanya guru ASN dituntut wajib bekerja profesional. Yakni dengan rutin datang ke sekolah memberikan materi pelajaran, walau secara daring, kepada semua anak didik mereka," tutur Sapon.

Alasannya, sebagai pendidik, guru memiliki tanggungjawab melekat. Yakni mengajar melatih mendidik membimbing. "Murid memang wajib di rumah selama masa pandemi corona, namun guru wajib bekerja profesional sesuai situasi dan kondisi," imbuhnya.

Tidak dipungkiri, secara mayoritas kualitas pendidikan menurun sejak adanya covid-19. Sebab mendidik harus face to face atau dengan tatap muka dengan cara memberikan teladan demi membentuk karakter. 

Mengajar memang bisa daring, tapi tidak bisa optimal. Mendidik yang baik tidak bisa disampaikan semua orang. Hanya guru yang bisa. 

Turut diberikan bantuan bagi sekolah dan guru terdampak banjir hasil sumbangan dari PGRI Provinsi Jateng senilai Rp 20 juta. Diserahkan langsung oleh Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jateng H Sakbani SPd MH dan Sekretaris Umum H Aris Munandar MPd.

Penulis : ssj
Editor   : edt