Ketua Yabpeknas Jateng : Konsultan Pengawas Proyek Revitalisasi Alun-alun Kota Tegal Turut Bertanggung Jawab


Ketua Yabpeknas Jateng Heri Tatto. Foto. ero

TEGAL, WAWASANCO – Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Nasional Jawa Tengah (Yabpeknas Jateng), Heri Yuliawan menandaskan, apabila nanti dalam penyidikan oleh aparat penegak hukum ditemukan adanya kerugian negara dalam kasus proyek revitalisasi Alun-Alun Kota Tegal dan muncul tersangka, maka pihak Dinperwaskim Kota Tegal beserta kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas harus pula turut serta bertanggung jawab.

“Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal telah  menaikkan status dua kasus dugaan korupsi proyek lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Salah satunya yakni proyek revitalisasi Alun-Alun Kota Tegal, yang dikerjakan oleh PT Tri Mega Indah dari Semarang dengan anggaran APBD ll Kota Tegal sebesar Rp Rp 9.494.006.405,98,” kata pria yang akrab disapa Heri Tatto ini.

Dia menambahkan, baik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kota Tegal, kontraktor pelaksanan dan konsultan pengawas harus pula bertanggung jawab adanya proyek revitalisasi Alun-Alun Kota Tegal ini. Mengingat, anggaran tersebut dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Jadi saya minta pekerjaan bener-bener dilaksanakan sesuai spek dan jangan dikorupsi," ungkap Heri Tatto kepada wartawan jumat (19/2).

Heri tatto menambahkan, dalam proyek revitalisasi Alun-Alun Kota Tegal peran Konsultan Pengawas CV Rancang Prima yang beralamat Jalan Cempaka Blok H No. 214 Gandasuli Brebes sangatlah penting. Sebab pengawas harus selalu stand by dalam kegiatan tersebut dan jangan sampai tidak datang kelokasi atau sekedar absen saja.

"Konsultan jangan tidur-tiduran saja di rumah, harus ada setiap saat di lapangan melakukan pengawasan, apalagi pada saat pekerjaan dimulai. Konsultan dibayar mahal, kalau tidak bisa kerja lebih baik konsultannya di-black list," lanjutnya.

Menurutnya, dalam proses hukum semua yang berperan harus diproses karena satu paket didalamnya salah satunya konsultan pengawas.

“Apabila konsultan pengawas tidak diproses, maka kami akan melaporkannya kembali,” pungkas Heri Tatto.

 

 

Penulis : ero
Editor   : edt