Dua BLK di Banjarharjo Diresmikan, DeAr : Fasilitas yang Bermanfaat untuk Ketrampilan Warga


Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dewi Aryani menggunting pita tanda diresmikannya BLK di komplek Ponpes Riyadul Mubarok, Desa Bandungsari, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Sabtu (27/2). Foto. ero

BREBES, WAWASANCO – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr Dewi Aryani MSi meresmikan dua Balai  Latihan Kerja (BLK) Komunitas di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Sabtu (27/2).

Dua BLK yang diresmikan tersebut, masing-masing di komplek Ponpes Riyadul Mubarok (Desa Bandungsari)  untuk BLK bidang menjahit/tata busana dan di Ponpes Miftahul Falah (Desa Pende) untuk bidang otomotif.

Wanita berhijab yang akrab disapa DeAr ini menambahkan, khusus untuk BLK di Ponpes Riyadul Mubarok, dirinya sudah menyampaikan kepada pihak pengasuh pondok pesantren agar keberadaan BLK ini bisa dikomunikasikan ke enam desa sekitar. Tujuannya, agar ibu-ibu atau putra-putri yang mau kursus atau ketrampilan dan memiliki sertifikat menjahit dapat mengikutinya di BLK tersebut.

“Dua BLK yang diresemikan di Kecamatan Banjarharjo ini, merupakan aspirasi yang di perjuangkan secara maksimal untuk masyarakat Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Brebes dan dapat dimanfaatkan warga sebagai fasilitas untuk mendapatkan pelayanan ketrampilan tanpa dipungut biaya alias gratis,” lanjut DeAr.

Dijelaskan, melalui pelatihan di BLK ini nantinya juga mendapatkan sertifikat. Di mana, nantinya dengan sertifikat tersebut memiliki nilai/value. Apalagi, Kabupaten Brebes segera akan masuk investor yang mendirikan pabrik/perusahaan. Dan, salah satunya sertifikat ini sebagai prasyarat menambah penilaian khusus bagi perusahaan saat merekrutnya.

“Bagi warga atau masyarakat yang mengikuti ketrampilan menjahit, selain bisa bekerja di dunia industri garmen, dapat pula membuka usaha sendiri di bidang tersebut,” kata DeAr.

Pengasuh Ponpes Ponpes Riyadul Mubarok, Raska Saeful Bahri SPdi MM menyampaikan rasa syukurnya atas pendirian BLK di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya.

“Kami telah diberkahi melalui tangan Ibu Dewi Aryani, satu tempat alat lembaga yang sangat luar biasa untuk belajar anak-anak berupa BLK. Sehingga, ke depan yang namanya santri tidak ada kata istilah cuma bisa mengaji saja. Tapi, mereka memiliki keahlian saat terjun ke masyarakat. Sehingga, santri tidak dihina lagi saat berada di tengah-tengah masyarakat karena memiliki ketrampilan lainnya.

Dengan bantuan BLK ini, mudah-mudahan para santri nantinya bisa memanfaatkan fasilitas ini dan punya keahlian. Terutama design mode di sini melalui ketrampilan menjahit.

“Kedepannya menjadi modal dasar para santri ketika terjun ke masyarakat setelah selesai mengenyam pendidikan di ponpes.

Sementara itu, selain meresmikan gedung BLK, DeAr juga menyerahkan bingkisan sembako dan uang saku untuk anak-anak yatim yang dihadirkan di lokasi acara.

 

 

Penulis : ero
Editor   : edt