Dies Natalis UPS Ke-41, DeAr Tekankan Pancasila Sebagai Pondasi untuk Perkokoh Karakter Perguruan Tinggi


Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dr Dewi Aryani MSi menyampaikan orasi ilmiah saat diundang dalam acara Dies Natalis UPS Tegal Ke-41 di auditorium universitas setempat, Senin (1/3). Foto. ero

TEGAL, WAWASANCO - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dr Dewi Aryani MSi dalam orasi ilmiahnya menandaskan, Universitas Pancasakti (UPS) Tegal dalam usianya yang menginjak ke-41 ini, bisa lebih fokus pada bagaimana menjadi sebuah perguruan tinggi yang memperkokoh pancasila sebagai pondasi dalam membangun karakter dan identitas. Sehingga, mampu memiliki daya saing global dengan tetap memacu diri sebagai universitas yang inovatif dan mengedepankan kearifan lokal.

“Karakter universitas yang di maksud adalah nilai-nilai yang khas, baik watak, kepribadian, inovasi yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan yang diyakini dan dipergunakan sebagai cara pandang, berpikir, bersikap, bertindak hingga berinovasi dalam menjalankan tata kelola pendidikan di universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi,” kata DeAr dalam orasi ilimiahnya saat hadir dalam Dies Natalis Ke-41 UPS Tegal di auditorium universitas setempat. Senin (1/3).

Wanita berhijab yang akrab disapa DeAr ini menambahkan, dari pemahaman yang diyakininya, Pancasakti tidaklah sekedar nama. Ada makna mendalam di dalamnya.

“Pancasila menjadi pedoman awal dalam mendirikan universitas ini, karenanya Saya kembali ingin mengingatkan bahwa jika Pancasila menjadi dasar dan pondasi, maka UPS akan menjadi salah satu universitas yang tidak saja maju dalam pendidikan tapi juga melangkah menjadi bagian terdepan dalam membangun karakter anak bangsa secara umum,” terang DeAr.

Menurutnya, karakter yang sesuai dan ditunjukkan melalui sikap yang berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu nilai karakter yang religius, peduli sosial, kemandirian, semangat kebangsaan, demokratis, toleransi, dan disiplin tinggi.

“Program penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila dalam proses pendidikan dilakukan dengan pengembangan pendidikan karakter melalui kegiatan belajar mengajar dan kegiatan-kegiatan pengembangan pendidikan karakter melalui kegiatan rutin di kampus dan kegiatan diluar aktivitas kampus,” ungkap DeAr  dalam acara yang mengambil tema‘Penguatan Karakter dan Identitas Universitas Pancasakti Tegal Dalam Upaya Meningkatkan Mutu dan Daya Saing di Era Global’tersebut.

Pancasila, lanjutnya,  mempunyai tujuan yang salah satunya yaitu sebagai pandangan hidup bangsa. Bahwa nilai-nilai Pancasila harus selalu dijadikan landasan pokok dalam berpikir dan berbuat.

“Hal tersebut mengharuskan bangsa Indonesia untuk merealisasikan nilai-nilai Pancasila kedalam sikap dan perilaku baik dalam perilaku hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara terutama dalam kegiatan pendidikan. Salah satunya yang harus di lakukan UPS adalah dengan menerapkan pendidikan yang berkarakter,” papar DeAr.

Ia menambahkan, Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional pada pasal 3 menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut juga terdapat pada pembukaan UUD 1945 alinea ke 4.

“Saat ini di masa atau era global diperlukan karakter yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, patriotik, dinamis, berbudaya, dan berorientasi pada Iptek berdasarkan Pancasila dan dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

DeAr menerangkan, karakter yang berlandaskan falsafah Pancasila artinya setiap aspek karakter harus dijiwai kelima sila Pancasila secara utuh dan komprehensif.

“Sebagai universitas yang berdomisili di wilayah dengan potensi maritim yang luar biasa ini, Saya berharap UPS dapat mengembangkan berbagai keilmuan baik teori baru maupun terapan yang dapat menjadi acuan atau pelopor dalam pengelolaan potensi maritim atau kelautan,” harapnya. 

Dikatakan, beberapa fakultas yang dapat menjadi bagian dari proses ini harus mendapatkan prioritas perhatian secara spesifik. Kerjasama dengan berbagai instansi terkait baik pemerintah daerah, pusat maupun swasta dan universitas dan lembaga lainnya perlu dikembangkan lebih intens lagi.

“Jadikan UPS sebagai pelopor dalam pengembangan ilmu maupun praktik bidang kelautan dan turunannya,” imbuhnya.

DeAr menadaskan, kemampuan UPS dalam mengelola ini secara spesifik akan menghasilkan citra bahwa  universitas ini layak menjadi tujuan studi banding universitas lainnya.

“Ini tantangan, mari bersama-sama kita wujudkan sehingga dapat menjadi kebanggaan masyarakat Tegal dan sekitarnya dan Indonesia pada umumnya,” pungkas DeAr.

 

 

Penulis : ero
Editor   : edt