Ratusan Ormawa IAIN Salatiga 'Dicekoki' NAC


Mantan Tenaga Pendidik (Gadik) Madya Pusdik Binmas Lemdiklat Polri AKBP (P) Rugaya Renwarin SH MM saat "mencekoki" ratusan pimpinan organisasi mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi (PT) IAIN Salatiga lewat materi Neuro Associative Conditioning (NAC). Foto : Ernawaty 2 Attachments

SALATIGA WAWASAN.CO. Pemimpin sebuah organisasi kemahasiswaan tidak hanya cukup bermodalkan pintar saja. Namun harus diimbangi dengan attitude agar menjadi mahasiswa berakhlakul karimah.

Penegasan tersebut menjadi bahan utama disampaikan mantan Tenaga Pendidik (Gadik) Madya Pusdik Binmas Lemdiklat Polri AKBP (P) Rugaya Renwarin SH MM saat "mencekoki" ratusan pimpinan organisasi mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi (PT) IAIN Salatiga lewat materi Neuro Associative Conditioning (NAC).

NAC diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai teknik pengkondisian bahasa peryarafan otak (neuro linguistiq). Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan trauma, phobia, meningkatkan percaya diri, melatih kekuatan bawah sadar (sub-conscious mind), dan menguasai teknik komunikasi yang efektif. Teknik NAC ini dikembangkan oleh Anthony Robbins, motivator nomor 1 dunia.

Kepada wartawan Selasa (2/3), AKBP (P) Rugaya Renwarin SH MM menyebut lewat materi NAC sangat efektif membentuk karakter seseorang rak terkecuali para pemimpin mahasiswa di lingkungan PT.

"Jadi dalam pengembangan diri kita diharapkan lebih banyak menggunakan akal pikiran dan pengetahuan. Karena kodrat manusia itu di bekali otak untuk berpikir dengan tujuan selalu bisa bersosialisasi sesuai jamannya tanpa meninggalkan agama," ucap mantan Waka Polres Salatiga ini, tegas.

Lewat NAC, para pimpinan Ormawa melepas jaket lalu kemudian memberikan jaket yang baru.
"Namanya jaket NAC, jaket perubahan. Intinya dalam hidup itu apa yang kita perbuat akan berbalik kepada kita. Dan dengan berakhlakul karimah, seorang pemimpin dibutuhkan suatu sikap yang baik sesuai dengan ajaran agama," tandas Rugaya yang sempat mengenyam Pelatih Penyidik UPPA Bidang Pelayanan Penegakan di Bantuan Hukum.

Dan pada akhirnya, lanjut Rugaya,
NAC mempunyai tujuan untuk mengembalikan semangat dan teladan yang telah diwariskan oleh para pejuang dan para pahlawan Indonesia melalui training Pendidikan Karakter.

Hak senada disampaikan Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga Dr Siti Zumrotun MAg.

Siti Zumrotun bahkan sangat mengapresiasi materi dan ilmu NAC yang disampaikan AKBP (P) Rugaya Renwarin SH MM.

Ia menilai melalui ilmu NAC dalam berorganisasi sangat bermanfaat bagi mahasiswa.
"Dalam berorganisasi sendiri mahasiswa harus serius karena dengan berorganisasi mahasiswa mampu menempa dirinya menjadi orang yag kuat, gagah berani," papar Siti Zumrotun. 

Dengan berorganisasi, disebutkannya mahasiswa bisa membangun jaringan dengan berbagai pihak. Bahkan dengan berorganisasi mahasiswa bisa membangun bisnis dan kedepannya menjadi generasi yg luar biasa.

Berorganisasi di Fakultas Syari'ah sendiri harus berpegang teguh pada nilai-nilai aqidah dan Amaliah. Karena dengan memegang teguh prinsip tersebut maka kalian akan memiliki Akhlaqul Karimah.
"Dengan jiwa yang berakhlakul karimah ini maka kalian akan mampu menjadi pemimpin yang baik dan penuh bertanggung jawab, dan tidak menjadi seorang penguasa. Namun saya juga berpesan tetap semangat  dalam bidang akademik sebagai alat untuk merespon perkembangan hukum di Indonesia tercinta ini," imbuhnya.

Gayung bersambut, setidaknya 150 mahasiswa Ormawa Fakultas Syari'ah IAIN Salatiga yang dilibatkan terlihat antusias dan interaktif saat mengikuti menit demi menit materi yang mereka terima. 

Penulis : rls
Editor   : edt