Kepala Daerah Bisa "Mainkan' Babinsa dan Babinkamtibmas Guna Tekan Covid-19


Kapolda Jateng Drs Ahmad Luthfi SH STT MK dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudiyanto saat kunjungan kerja ke Salatiga, Senin (22/3) lalu. Foto: Ernawaty

SALATIGA WAWASAN.CO. Kapolda Jateng Drs Ahmad Luthfi SH STT MK mempersilakan Kepala Daerah di Jawa Tengah untuk 'mainkan' peran Babinsa dan Babinkamtibmas di wilayah masing-masing.

"Bupati, Wali Kota silahkan memaksimalkan penggunaan Babinsa dan Babinkamtibmas di wilayahnya. Kita ada 4.800-an Babinkamtibmas dengan 8.760 wilayah yang telah memiliki PPKM. Setidaknya, adanya Babinkamtibmas menjadi formula terbaik memutus mata rantai penyebaran virus Corona," kata Kapolda Jateng Drs Ahmad Luthfi SH STT MK dihadapan tamu undangan, saat meninjau kegiatan TMMD di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Senin (22/3) lalu.

Tampak mendampingi Kapolda, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudiyanto, Bupati Semarang Ngesti Nugraha serta pejabat di lingkungan Polda Jateng, Kodam IV Diponegoro serta Pemda Semarang.

Ia menjelaskan, Babinsa dan Babinkamtibmas dihadirkan dan disiapkan untuk melakukan PPKM Skala Mikro. Karena memang, TNI Polri adalah garda terdepan dalam menekan Covid-19. Keberadaan Babinsa dan Babinkamtibmas, mampu melokalisir serta menekan, mengelimir dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

"Babinsa dan Babinkamtibmas selalu ditekankan untuk melakukan PPKM Skala Mikro karena menjadi role mode kegiatan yang mendukung pemerintah menekan penyebaran Covid-19," tandasnya.

Kapolda pun sempat menegur Kapolres Semarang karena adanya penambahan tiga kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Semarang.

Bahkan Kapolda Jateng Drs Ahmad Luthfi SH STT MK mengaku prihatin adanya penambahan kasus positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Semarang. Padahal, di wilayah lain di Jateng semua menunjukkan penurunan dengan status zona hijau.

"Saya prihatin ada naik tiga (pasien Covid-19) di wilayah bapak (Bupati Semarang Ngesti Nugraha) padahal daerah lain di Jateng turun. Pelanggaran itu Kapolres. Berarti, Babinsa dan Babinkamtibmasnya tidak dimainkan," ujarnya.

Catatan 'merah' yang langsung ditujukan kepada Kapolres Semarang itu juga bentuk peringatan kepada Bupati Semarang Ngesti Nugraha agar

Terkait kegiatan TMMD Sengkuyung I Kodim 0714 Salatiga di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang Kapolda menegaskan Polri mendukung sepenuhnya apa yang menjadi program tahunan TNI AD.

"Adanya Covid-19 ini memiliki implikasi ke berbagai sektor baik ekonomi, sosial dan keamanan. Dan dengan TMMD satu formula yang luar biasa. Sehingga saya harapkan Kapolres mendukung penuh. Dan kemanunggalan TNI Polri terwujud nyata.

Sementara, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudiyanto menambahkan, koordinasi dengan berbagai pihak untuk ketersediaan sekitar 16.000 vaksin menjadi agenda utama.

Apalagi menjelang pengamanan Hari Raya Idul Fitri yang akan datang, pelaksanaan vaksinasi bagi TNI Polri bagian dari kesiapan tersebut.

"Untuk, vaksinasi bagi personel TNI-Polri di wilayah Jateng dan jajarannya ditargetkan selama tiga hari kedepan tuntas. Karena memanh vaksinasi bagi personel TNI-Polri ini dan masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan herd imunity ditengah masyarakat," pungkasnya

Penulis : ern
Editor   : edt