
Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Yuni Ambarawati saat mendampingi Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit mengunjungi SD Salatiga 5, Rabu (24/3) pagi. Foto: Ernawaty
SALATIGA WAWASAN.CO - Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit menghendaki agar tenaga pendidik/ guru se-Salatiga menjadi prioritas penerima vaksinasi jelang uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Salatiga, 5 April mendatang.
Permintaan Dance ini ia lontarkan saat Inspeksi Mendadak (Sidak) melihat dari dekat kesiapan SD Salatiga 5 Salatiga menghadapi PTM, Rabu (24/3).
Sebagai informasi, sesuai jadwal Pemerintah Provinsi Jateng tanggal 5-13 April 2021 uji coba tahap pertama PTM jenjang SMP, SMA dan SMK/ MA serta SMP akan digelar.
Dance mengungkapkan, prioritas para guru harus diutamakan menerima Vaksin karena saat ini tenaga PTM tingkat sekolah menengah atas akan segera dibuka.
Ini juga menjadi catatan dan evaluasi Dinas Pendidikan Kota Salatiga untuk mempersiapkan tenaga pengajar se-Salatiga segera divaksin.
Dance menyayangkan jika pada akhirnya aktivitas belajar mengajar di Salatiga berjalan direncanakan tanggal 5 April 2021, tapi justru tenaga pengajar belum divaksin. Ia menganggap akan sia-sia.
Kekhawatiran bagi SD diminta Protkes benar-benar diperhatikan tapi gurunya belum di vaksin, sangat disayangkan.
Untu itu, ia mendorong dan mendesak agar DKK Salatiga segera memprioritaskan tenaga pengajar atau guru se-Salatiga segera divaksin.
Politisj PDIP ini berkeyakinan PTM adalah kerinduan dari para siswa baik anak dan guru.
"Dari saya ngobrol tadi, anak-anak mengaku selama pembelajaran on-line tidak memuaskan. Keluhan yang sama dilontarkan para orang tua," ucap dia.
Sementara, terkait PTM jenjang SD tingkat Kota Salatiga jika ingin segera dibuka Dance mengajak peran orang tua. Dimulai siswa berangkat sekolah harus diantar ortu hingga proses belajar mengajar hanya 45 menit x 2, yakni 1,5 jam dengan dua mapel saja.
Meskipun PTM jenjang SD masih perlu menunggu kapan akan digelar, namun keterlibatan orang tua siswa sangat dibutuhkan.
"Terpenting libatkan ortu jika PTM jenjang SD tingkat Kota Salatiga akan segera dibuka," pintanya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Yuni Ambarawati menyebut pihaknya telah merancang skenario pelaksanaan vaksinasi bagi Tenaga Pendidik (pengajar)/ guru se-Salatiga dengan memproritaskan usia 50 tahunan.
"Di Salatiga, kita diprioritaskan vaksin bagi tenaga pengajar/ guru dengan usia 50 tahun ke atas," tutur Yuni Ambarawati.
Ia menjelaskan, Disdik Kota Salatiga telah berkoordinasi dengan DKK Salatiga guna pelaksanaan vaksinasi bagi Tenaga Pendidik/ pengajar se-Salatiga.
"Tenaga pengajaran yang diutamakan adalah usia 50 tahun dari total keseluruhan ada 3.033 tenaga pengajar," ungkapnya.
Yuni mengklaim, PTM di Salatiga secara umum sudah siap dnsgan protokol kesehatan (Protkes) benar-benar dipatuhi.
"Dari SD, MI, SMP dan MTs. Karena SMA/ SMK ditangani Provinsi. Tapi akan dipilah pelaksanaan vaksinasinya," imbuh dia.
Penulis : ern
Editor : edt