Waspada, Indonesia Tertinggi Ketiga Dunia Banyaknya Penderita TB


Kader TB Kabupaten Demak bersama Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Demak saat melakukan penyuluhan sekaligus investigasi penanggulangan TB secara terbatas, sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari TB Sedunia 2021.

DEMAK, WAWASANCO- Dunia ingin mentargetkan eliminasi tuberculosis (TB) pada tahun 2030, dan Indonesia turut berkomitmen mencapainya. Hanya saja, angka kasus penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis itu semakin meningkat jumlahnya di Indonesia. 

Bahkan Indonesia menjadi negara ketiga kasus penderita TB tertinggi setelah India dan China. Parahnya lagi, TB merupakan salah satu dari lima besar penyebab kematian di Indonesia.

Besar dan luasnya permasalahan akibat TB mengharuskan semua pihak untuk dapat berkomitmen dan bekerjasama dalam melakukan pencegahan dan pengendaliannya. Dalam rangka memperingati Hari TB Sedunia 2021, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak berkoordinasi kader-kader Komunitas TBC Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Demak juga kader TB di 27 puskesmas membagikan leaflet penyuluhan di samping investigasi penanggulangan TB secara terbatas pada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Ghuvrin Heru Putranto didampingi  Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Tri Handayani menjelaskan, rangkaian kegiatan peringatan Hari TB Sedunia 2021 dimaksudkan sebagai salah satu upaya menekan angka penyebaran dan kematian akibat TB. Sehingga diharapkan target eliminasi bebas penyakit TB  pada  2030 tercapai.

"Sesuai  tema peringatan Hari TB Sedunia  2021 yaitu Satu Detik Lebih Berharga untuk Menyelamatkan Bangsa dari TBC,  kita upayakan dengan maksimal kegiatan kampanye melalui pembagian leaflet, mengingat saat ini bersamaan masa pandemi corona," ujarnya, Rabu (7/4).

Sembari membagikan leaflet dan masker di jalur lambat Jalan Sultan Trenggono Katonsari dan Taman Kota Mahesa Jenar, pihaknya juga memberikan sosialisasi mengenai penyakit TB secara lisan kepada pengguna jalan yang berhenti saat traffic light menyala merah. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih peka terhadap penyakit TB.

Terutama bagi mereka yang merasakan gejala-gejalanya. Seperti, batuk selama lebih dari 3 minggu, berkeringat dingin pada malam hari tanpa ada sebab, penurunan berat badan, nafsu makan menurun, juga batuk disertai darah.

"Kami Tim Dinas Kesehatan Demak dibantu oleh kader-kader Komunitas TBC Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Demak juga kader TB di 27 puskesmas intensif  mengimbau masyarakat, ketika  merasakan gejalanya, maka segera lah periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Supaya penanganannya juga bisa dengan cepat dilaksanakan," terangnya.

Selain pembagian leaflet, penyuluhan tentang TB juga dilakukan door to door sekaligus melaksanakan investigasi kontak serta pencarian terduga sakit TB. Jika ditemukan ada yang mengalami gejala TB, yang bersangkutan dianjurkan  langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Investigasi door to door terbatas ke masyarakat tentunya dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan. Maksudnya tentu agar upaya penanggulangan TB tidak memunculkan klaster baru covid-19," tandasnya.

Penulis : ssj
Editor   : edt