Sidak Pasar Tradisional, Tim Gabungan Temukan Makanan dan Minuman Kadaluarsa


Tim gabungan menggelar sidak makanan dan minuman di salah satu pasar tradisional yang berada di wilayah Kabupaten Brebes. Foto. ero

BREBES, WAWASANCO - Tim Gabungan dengan leading sektor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar trdisional selama bulan puasa tahun ini. Hasilnya, masih banyak ditemukan makanan dan minuman kadaluarsa dan mengandung zat berbahaya (pewarna tekstil dan pengawet-red). 

Tim gabungan yang menggelar sidak di pasar tradisoonal tersebut, meliputi Dinkes, Dinkominfotik, Satpol PP, Dinas UMKM dan Perdagangan, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes.

Kepala Dinkes Kabupaten Brebes melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan Ineke Tri Sulistyowaty,, Jumat  (17/4)  menerangkan, agenda sidak dan penyuluhan yang dilaksanakan tim gabungan digelar di sejumlah pasar tradisional dan toko ritel. 

"Tujuan sidak ini, memberikan edukasi dan pemahaman tentang upaya meminimalisir peredaran makanan dan minuman berbahaya. Yakni, semua makanan dan minuman kemasan tanpa tanggal kedaluwarsa," papar Ineke.

Kemudian, lanjutnya, kandungan zat berbahaya dalam makanan dan minuman seperti pewarna tekstil dan pengawet kimia. Termasuk, produk makanan dan minumam yang tidak dilengkapi produksi industri rumah tangga.

"Berdasarkan hasil sidak dua hari terakhir, masih banyak ditemukan makanan dan minuman sudah kadaluarsa, mengandung pengawet dan pewarna tekstil diedarkan," terang Ineke.

Ia menambahkan, sejumlah temuan tersebut, tersebar di Pasar Songgom dan Jatibarang pada sidak Senin (12/4) lalu. Hasilnya, banyak ditemukan makanan dan minuman kadaluarsa dan tidak mengantongi izin BPOM.

Selanjutnya, kata Ineke, sidak di Pasar Tanjung dan Kersana, Rabu (14/4) ditemukan makanan dam minuman mengandung zat berbahaya. Khususnya, pewarna tekstil dan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Sehingga, hasil temuan makanan dan miniman tersebut dibeli untuk kemudian disita dan dilakukan uji sample di lab.

"Penjual banyak juga yang masih mencampur antara makanan dan minuman dengan obat. Pedagang menjual obat keras dan jamu mengandung kimia berbahaya. Serta, makanan beku pakai PIRT padahal harusnya BPOM," tandas Ineke.

Ineke mengemukakan, sesuai jadwal edukasi dan penyuluhan peredaran makanan dan minuman kadaluarsa dan mengandung zat berbahaya, rencananya akan terus dilaksanakan hingga awal Mei mendatang secara berkala. 

"Teknisnya, menyasar semua pasar tradisional, toko ritel hingga pedagang grosir secara acak," jelasnya..

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Brebes Maryono saat dihubungi menuturkan,  sesuai hasil koordinasi dengan Satgas Pangan Tingkat Kabupaten, sidak dan penyuluhan peredaran makanan dan minuman kadaluarsa serta mengandung zat berbahaya terus digencarkan. 

"Fokusnya, memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak negatif mengkonsumsi jangka panjangn" kata Maryono

Maryono menuturkan, upaya yang dilakukan tim gabungan ini masih tahap preventif. Sehingga, lebih ditekankan pada edukasi masyarakat.

"Nantinya, jika sudah sering dilakukan sidak belum ada perubahan. Maka, baru akan ditindak tegas dengan menarik semua produk berbahaya itu,"  pungkas Maryono.

 

Penulis : ero
Editor   : edt