Gara-gara Vaksin, Cara Unik Ajak Masyarakat Tak Terpancing Berita Hoaks


TEMANGGUNG, WAWASANCO – Seorang pedagang pasar, Bejo berusaha meyakinkan istrinya yang sedang hamil untuk segera divaksin. Menurutnya, dengan divaksin, ibu dan anak yang dikandungnya akan sehat, sekaligus ampuh mencegah Covid-19 tanpa perlu melakukan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan menjauhi mobilisasi).

Kula niki badhe maksinke bojo kula. Kersane ampuh, ora kena penyakit, ora usah maskeran, dhodol bebas, ora kudu adoh-adohan, rak perlu wijik. (Saya itu akan memvaksinkan istri saya. Biar sakti, tidak kena penyakit, tidak perlu pakai masker, tidak perlu berjauhan, tidak perlu cuci tangan),” kata Bejo.

Keinginannya itu disampaikan ke pedagang yang berjualan di sampingnya, Yu Yem. Namun, justru sanggahan yang diterima. Yu Yem menyampaikan, dari informasi yang dia dengar, vaksin itu berbahaya, dan mengajak untuk tidak usah divaksin. Bahkan bila nanti disuruh vaksin, dia sudah menyiapkan jawaban jika dirinya punya darah tinggi (hipertensi).

Ning kana iki ana sing bar disuntik mati, ora usah divaksin wae. Ethok-ethok lara darah tinggi. (Di sana ada yang setelah disuntik, meninggal. Tidak usah vaksin saja, pura-pura sakit darah tinggi),” ungkap Yu Yem.

Kemudian, datanglah mantri desa yang berusaha mengurai keributan tersebut. Mantri menyampaikan, untuk ibu hamil jangan vaksin dulu. Karena, memang belum ada vaksin yang dinyatakan 100 persen aman untuk ibu hamil. Tunggu nanti sekiranya ada vaksin yang aman untuk ibu hamil, atau setelah melahirkan.

Ibu hamil kuwi memang aja vaksin ndisik. Untuk panjenengan yang darah tinggi, memang aja divaksin ndisik, tapi ana proses screening ndisik, dicek ndisik,” jelas mantri.

Ditegaskan, jika vaksin itu aman. Bisa dilihat, sampai sekarang tidak ada kematian massal akibat vaksin. Mantri berpesan, walaupun sudah divaksin, tetap harus menerapkan protokol kesehatan dengan tertib. Selain itu, dia mengajak para warga untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Kalau menginginkan rujukan yang benar, diminta untuk mencari informasi dari sumber-sumber yang benar, seperti instansi kesehatan.

Cerita berjudul “Gara-gara Vaksin” tersebut disampaikan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Temanggung, pada nonton bareng pertunjukan rakyat yang dilakukan secara daring dari Pusat Komunitas Kreatif Temanggung, kemarin. Melalui cerita tersebut, mereka mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing berita hoaks, terutama terkait informasi Covid-19 dan vaksin.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah melalui Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Agung Kristiyanto menyampaikan, melalui kegiatan nonton bareng pertunjukan rakyat dan pemutaran film ini, diharapkan bukan hanya meningkatkan kolaborasi dengan para pegiat seni. Tetapi juga menjadikan informasi kebijakan itu sebagai hal yang enak, nyaman, dan mudah diterima oleh masyarakat.

“Kalau bentuknya hiburan, ataupun film diharapkan masyarakat lebih mudah mencerna dan memahami isi informasi dari pemerintah. Terlebih kondisi geografis dan demografis Jawa Tengah yang secara keseluruhan tidak bisa disentuh oleh media sosial atau media informasi baru,” terang Agung.

Disampaikan, di tengah pandemi, tidak bisa menyelenggarakan pertunjukan rakyat maupun nonton bareng ramai-ramai asyik seperti dulu. Namun demikian, dengan kemajuan teknologi, kegiatan nonton bareng kali ini bisa digelar dalam format virtual.

“Saya yakin pengguna gadget di Jawa Tengah cukup tinggi. Sehingga pertunjukan rakyat dan nonton bareng filmnya nanti bisa disaksikan live ataupun tayangan ulangnya melalui youtube,” imbuhnya.

Di tengah pandemi, ujar Agung, kebutuhan informasi tetap menjadi bagian hak warga yang harus dipenuhi. Apalagi, warga butuh hiburan agar tidak jenuh dan menekan potensi trauma. Oleh sebab itu perlu adanya keselarasan kegiatan yang bisa memberikan layanan informasi sekaligus menghibur masyarakat.

Apresiasi disampaikan kepada Dinas Kominfo Kabupaten Temanggung, yang telah sinergi dengan Kominfo Jateng untuk menyelenggarakan kegiatan semacam ini. Menurutnya, meskipun media massa berkembang pesat dengan adanya internet dan media sosial, tetapi seni budaya dan model komunikasi seperti nonton bareng tetap harus diberdayakan. 

Penulis : rls
Editor   : edt