Bantu UMKM dengan Subsidi KUR


Tatiek Sulistijani, anggota FPDIP DPRD Demak saat menyampaikan program pemulihan UMKM dalam upaya eratkan komunikasi dengan konstituen dalam wadah bank aspirasi. Foto : sari jati

DEMAK, WAWASANCO-Sudah menjadi pengetahuan umum pandemi corona melemahkan semua sendi ekonomi sosial masyarakat. Bahkan tak sedikit perusahaan besar hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lumpuh oleh pembatasan kegiatan masyarakat, sebagai upaya mencegah perluasan paparan covid-19.

Sehubungan itu lah, anggota Fraksi PDIP DPRD Demak Tatiek Sulistijani membuka kran komunikasi sebagai bagian upaya pemulihan kondisi sosial ekonomi  bagi masyarakat umum dan para konstituen khususnya. Melalui wadah yang disebut bank aspirasi, Ketua Komisi C itu bermaksud menjembatani persoalan di masyarakat ke pihak instansi terkait sehingga mendapatkan solusi. 

"Masa pandemi bukan alasan bagi kami para wakil rakyat untuk menutup komunikasi dengan konstituen. Justru serap aspirasi menjadi kebutuhan, karena covid-19 perlu urun tangan banyak pihak untuk mengatasinya hingga tuntas," ujarnya, pada kegiatan reses yang digelarnya dengan standar protokol kesehatan (prokes), Minggu (2/5).

Termasuk di dalamnya upaya pemulihan UMKM yang harus disegerakan, mengingat UMKM termasuk pengungkit daya beli masyarakat. "Terkait UMKM ini DPRD Demak tengah membahasnya dalam raperda kredit usaha rakyat (KUR), yang diharapkan sedikit banyak dapat membantu akses modal bagi UMKM," urai Tatiek Sulistijani.

Meskipun urusan KUR masuk ranah perbankan, namun setidaknya DPRD Demak berusaha membantu memudahkan akses bagi pelaku UMKM. Termasuk mengusulkan kepada pemkab untuk memberikan subsidi bunga KUR bagi UMKM dari APBD. 

Sebab dengan bunga KUR rendah, diyakini perekonomian rakyat tumbuh menggeliat. Sehingga praktis meningkatkan pula daya beli masyarakat, dan berujung pemulihan ekonomi sosial. 

Penulis : ssj
Editor   : edt