Kolaborasi  Perguruan Tinggi dengan Pemerintah, Dukung Hasil Tri Dharma PT


SEMARANG, WAWASANCO - Budaya penelitian dan pengabdian di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), sudah mampu membuktikan diri hingga tingkat nasional. Capaian ini menjadi wujud kinerja yang nyata untuk menciptakan lulusan yang berkualitas. 

Hal tersebut disampaikan Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPGRIS di Gedung pusat lantai 7 kampus pusat, Semarang, Rabu (5/5/2021). 

"Penelitan dan pengabdian kepada masyarakat UPGRIS sangat membanggakan. Saat ini, fokus pengabdian lebih menyasar pada masyarakat marjinal yang saat ini abai oleh masyarakat akademik. Kami juga berharap agar para dosen mulai menyiapkan segala hal terkait dengan segera diberlakukanya kampus merdeka-merdeka belajar,”tutur Muhdi.

Sementara, Peneliti Antropologi/Maritim Divisi pengembangan Masyarakat LIPI Dedi Supriadi Adhuri PhD, menyampaikan terkait strategi penyelarasan program-program Tridharma perguruan tinggi UPGRIS dengan rencana dan implementasi  pembangunan Bappeda Kota Semarang.

“Perguruan Tinggi mendapatkan dukungan ‘legitimasi’ dari  pemerintah dalam berhubungan dengan stakeholder lain. Knowledge power dan netralitas menguatkan posisi PT dalam memobilisasi dukungan dan memfasilitasi sinergi antar berbagai pihak. Koloborasi menjadi wahana efektif aktualisasi Tridharma  Perguruan Tinggi.  Wahana pengumpulan pengetahuan, pengasah  IPTEK  dan  Inovasi serta  wahana untuk memastikan  link and match  antara supply dan demand Pendidikan,” tutur Dedi.

Hal lain,  alumnus S-3 Australian National University menjelaskan terkait progran kerjasama sebagai ruang Collaborative Learning. Ruang bertemunya para ahli dari latarbelakang disiplin berbeda-beda (menerebos sekat dispilin, membangun sinergi lintas disiplin). Ruang mengevaluasi  ilmu dan inovasi dengan realitas di lapangan. 

Ruang belajar tentang kearifan lokal, aspirasi, kekuatan dan kelemahan komunitas. Ruang ditemukannya tantangan-tantangan untuk mengembangan sains, inovasi dan solusi-solusi baru atas masalah yang ditemukan. 

"Ruang bertemunya Orang Tua dengan Anak-anak mereka yang dititipkan di kampus dan link and match antara supplu dan demand Pendidikan,” imbuh Dedi.

Kegiatan penyelenggaraan FGD tersebut, merupakan diskusi lanjutan untuk mengidentifikasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kota Semarang. Turut hadir WR IV UPGRIS Ir Suwarno Widodo MSi, Ketua LPPM UPGRIS Dr Senowarsito MPd , serta para dosen.

Penulis : rls
Editor   : edt