Pemantauan TPID Kota Tegal, Harga Bahan Pokok Relatif Stabil Jelang Lebaran


Sekda Kota Tegal Johardi, memimpin rombongan TPID saat memantau harga kebutuhan pokok di dua pasar tradisional dan mall  di wilayah setempat, Kamis (6/5). Foto. ero

TEGAL, WAWASANCO - Harga kebutuhan bahan pokok di wilayah Kota Tegal relatif stabil. Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal, di sejumlah pasar trdisional dan mall di wilayah setempat, Kamis (6/5).

Sekretaris Daerah (Sekda)  Kota Tegal, Johardi yang memimpin rombongan kepada wartawan menjelaskan,  secara keseluruhan dari hasil pemantauan harga kebutuhan bahan pokok ini rata-rata stabil.

“Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H (Lebaran), berdasarkan hasil pemantauan TPID Kota Tegal, harga kebutuhan pokok  masih stabil, masih di bawah rata-rata, tidak ada kenaikan yang signifikan,” papar Johardi.

Pemantauan oleh TPID menyasar dua pasar tradisional, yakni Pasar Randugunting dan Pasar Pagi Tegal dan dua mall, Yogya Mall dan DeBe Mall.

Ikut serta dalam pemantauan tersebut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, M Taufik Amrozy, Wakapolres Tegal Kota Kompol Ahmadi, Kepala Perum Bulog Sub Divre  Tegal Heriswan, dan jajaran Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkot Tegal.

Dari hasil pemantauan, ditemukan masih ada kenaikan beberapa bahan pokok berkisar Rp 500,- hingga Rp 2 ribu. Kenaikan tersebut pada harga cabai dan bawang merah.

Bawang merah dijual mulai dari Rp. 25 ribu sampai dengan Rp. 28 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah yang bijinya besar atau super dijual Rp. 30 ribu sampai Rp. 35 ribu.

Di pasar Pagi, bawang putih mengalami kenaikan Rp 3 ribu semenjak seminggu yang lalu dari harga Rp. 22 ribu menjadi Rp. 25 ribu per kilogram.

Sedangkan untuk minyak goreng terjadi kenaikan berkisar Rp 2 ribu dari sebelumnya Rp 13 ribu saat ini dijual dengan harga Rp.15 ribu per liter. Harga tersebut sama dengan harga minyak curah yang dijual Rp15 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga gula pasir terjadi kenaikan Rp 1.000,- di awal bulan Ramadan. Sebelumnya gula Rp.11.500,- saat ini dijual Rp. 12.500,-. Sedangkan harga telur dijual mulai dari harga Rp 21 ribu sampai Rp. 23 ribu.

Saat ini harga daging ayam Rp 42 ribu  per kilogram, ada kenaikan Rp. 2 ribu dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram.

Dari hasil pemantauan tersebut, Johardi menyampaikan inflasi yang terjadi saat ini cukup rendah. 

“Ini harapannya sebagai masyarakat tidak ada kenaikan harga bahan pokok yang signifikan, jika hanya ada kenaikan rata-rata Rp. 1.000,- sampai Rp. 2000,- saya rasa ini masih wajar-wajar saja,” tutur Johardi.

Menurut Johardi, inilah pentingnya pengawasan harga oleh tim, baik dari Bank Indonesia, Bulog dan TNI/Pori dan Pemerintah Kota Tegal, agar masyarakat di Kota Tegal dapat menikmati bahan pokok yang ada di pasar dengan harga terjangkau.

Sedangkan untuk daging, dikatakan Johardi,  walaupun ada kenaikan Rp 5 ribu  sampai Rp. 10 ribu, namun hal tersebut diperkiraan bersifat sementara. Karena setelah Lebaran harga diprediksi akan kembali normal.

Terkait ketersediaan barang untuk Lebaran tahun ini, Johardi menyampaikan bahwa dari hasil pemantauan lapangan, pedagang tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan, sampai saat ini masih lancar, tidak ada masalah dalam persediaan barang.

Sedangkan terkait ketersediaan beras, Kepala Perum Bulog Cabang Kota Tegal Heriswan, menyampaikan bahwa ketersediaan stok beras untuk Kota Tegal masih sangat cukup. Saat ini stok beras yang ada 22.000 ton dengan estimasi untuk persediaan enam bulan kedepan masih aman.

"Sampai saat ini, Bulog tidak menemukan pihak yang berusaha menimbun, sebab kami bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk memonitor ketersediaan stok yang ada di pasaran," tandas Heriswan.

Sesaat setelah mengakhiri tinjauan, Johardi menghimbau kepada masyarakat agar bijak berbelanja, tidak usah melakukan aksi borong, sebab masih banyak masyarakat lain yang membutuhkan. Selain itu, jumlah pasokan juga cukup dan harga relatif stabil.

Johardi juga mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan segera apabila ditemukan ada pihak-pihak yang sengaja menimbun dan sengaja ingin menguntungkan dirinya sendiri kepada pihak yang berwajib.

“Saya menghimbau agar melaporkan segera apabila ditemukan ada pihak-pihak yang sengaja menimbun dan sengaja ingin menguntungkan dirinya sendiri kepada pihak yang berwajib,” pungkas Johardi.


 

Penulis : ero
Editor   : edt