Gelar Webinar Ekonomi Syariah, Prodi Ekonomi Islam FEB Undip Kulik Pengembangan Ekonomi Syariah di Era Digitalisasi


MEMAPARAKAN : Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, yang hadir sebagai keynote speaker, dalam Webinar Ekonomi Syariah dengan tema “Penguatan Industri Ekonomi Syariah di Era Digitalisasi dan New Normal”, yang digelar Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB0 Undip, belum lama ini.

SEMARANG, WAWASANCO - Strategi penguatan ekonomi syariah dalam mengawal era kenormalan baru, meliputi empat pilar yaitu penguatan infrastruktur termasuk digitalisasi, dengan strategi utama pengembangan ekosistem rantai nilai halal.

"Kemudian, penguatan kelembagaan ekonomi syariah, seperti pembentukan wadah sinergitas antar unit ekonomi syariah, perluasan implementasi model bisnis kemitraan pesantren dengan usaha syariah. Selanjutnya, pengembangan instrumen pasar keuangan syariah, dan yang terakhir adalah meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai lembaga," papar Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, yang hadir sebagai keynote speaker, dalam Webinar Ekonomi Syariah dengan tema “Penguatan Industri Ekonomi Syariah di Era Digitalisasi dan New Normal”, belum lama ini.

Webinar tersebut diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), bekerja sama dengan Pegadaian Syariah, Dana Kebaikan Umat, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kegiatan dibuka dengan lantunan ayat suci Al Quran oleh Muh. Fahri Fadhilah, mahasiswa prodi Ekonomi Islam yang juga seorang hafidz 30 juz. Kemudian audiens menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjut dengan sambutan oleh Prof. Dr. Suharnomo, SE., M.Si. selaku Dekan FEB Undip dan sambutan dari Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum.

Usai paparan Wakil Presiden, kegiatan dilanjutkan dengan grand launching Lomba Paper Forum Riset Industri Gadai Syariah 2021 dengan tema “Membangun Industri Gadai Syariah Berkelanjutan Melalui Sinergi Teknologi, Budaya, dan Gaya Hidup Halal, untuk Membangun Perekonomian Bangsa” yang berhadiahkan total 50 juta rupiah dalam bentuk tabungan emas.

Selajutnya, dilanjutkan pembacaan resume pribadi moderator yakni Shoimatul Fitri, S.E, M.M. oleh pembawa acara yang turut mengantar audiens kepada materi inti oleh keempat pembicara. 

Memasuki materi pertama oleh M. Luthfi Hamidi, seorang alumni Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edents serta peneliti ekonomi syariah, mengenai penguatan industri syariah dalam perspektif Quranomics. 

Dalam paparannya, Luthfi menjabarkan terlebih dahulu mengenai dampak Covid-19 bagi global dan lokal, dampak Covid-19 bagi industri syariah, lalu diakhiri dengan pembahasan mengenai celah pemulihan dari perspektif Quranomics. Lutfhi juga menjelaskan bahwa perlunya kesiapan terkait ekosistem digital dan ditutup dengan tanya jawab bersama audiens.

Materi kedua disampaikan oleh Beni Martina Maulana selaku Kepala Unit Usaha Syariah PT Pegadaian (Persero).  Dalam paparannya, menyampaikan topik terkait Pegadaian Syariah di Era New Normal, di mana ia menyampaikan terkait perkembangan pegadaian (pegadaian journey), kemudian profil singkat pegadaian syariah, profil nasabah pegadaian syariah, serta transformasi dan peluang pegadaian syari’ah. Tak lupa pemateri kedua juga ditutup dengan diskusi tanya jawab dengan audiens.

Memasuki pembicara ketiga, Webinar Ekonomi Syari’ah menghadirkan pembahasan mengenai Peran Fintech dalam Industri Keuangan Syariah yang dijelaskan oleh Triyono Gani selaku Kepala Group Inovasi Keuangan Digital OJK, yang juga merupakan alumni dari FEB Undip. 

Dirinya menjelaskan bahwa Indonesia memiliki peluang Fintech syariah dikarenakan berbagai faktor, seperti indeks inklusi keuangan yang terus membaik, negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, memiliki penduduk muslim sejumlah 229 juta jiwa yang terhubung ke internet sehingga berpeluang tinggi untuk menggunakan layanan Fintech. 

Webinar Ekonomi Syariah turut menghadirkan Erwin Haryono selaku Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) yang juga merupakan alumni FEB Undip juga LPM Edents, dengan membawakan pembahasan mengenai Perkembangan Ekonomi Syar’ah Terkini dan Arah ke Depan. 

Sementara, Ketua Prodi Ekonomi Islam yakni Darwanto, S.E., M.Si., M.Sy. menjelaskan bahwa kegiatan Webinar Ekonomi Syariah ini bersamaan dengan launching Lomba Paper yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan ini. 

“Harapan kami lomba paper akan memberikan banyak ide dan pemikiran mengenai implementasi financial technology dalam praktek keuangan syariah dan sektor riil,” ungkapnya. 

Ditambahkan, kerjasama antara Prodi Ekonomi Islam FEB Undip dengan Pegadaian Syariah, diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan syariah khususnya terkait implementasi financial technology  (Fintech). 

"Era Digitalisasi menuntut pelaku ekonomi memahami manfaat dan resiko, penggunaan berbagai transaksi ekonomi melalui berbagai platform teknologi," tandasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting, serta siaran langsung pada kanal Youtube Undip TV Official tersebut, diikuti lebih dari 600 orang. 

Audiens yang hadir pada webinar tersebut beragam, mulai dari mahasiswa dan dosen dari berbagai kampus di Indonesia, hingga pegawai perusahaan penyelenggara Webinar Ekonomi Syari’ah, dengan penyampaiannya menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Arab.

 

Penulis : arr
Editor   : edt