Kuatkan Ukhuwah Islamiyah, PKB Dukung Operasional NU


Rakor PC NU Kabupaten Demak dengan agenda membahas persiapan Idul Fitri, sekaligus penerimaan dukungan operasional dari PKB.

DEMAK, WAWASANCO - NU, PKB dan pesantren adalah tiga komponen  wajib ada untuk membangun negeri yang baldatun thoyyibatun warobbun gaffur. Sebab NU sebagai pondasi, PKB sebagai implementasi perjuangan, serta pesantren sebagai tulang punggung membangun akhlakul karimah.

Sehubungan itu lah selain memberikan bingkisan Idul Fitri bagi pengurus ranting, MWC dan PCNU, DPC PKB Kabupaten Demak juga memberikan bantuan operasional Rp 5 juta per bulan untuk PCNU Kabupaten Demak. Sebagaimana disampaikan Ketua DPC PKB Kabupaten Demak Zayinul Fata, bantuan sebagai wujud bakti anak pada orang tua. Karena PKB lahir dan NU sekaligus bagian dari NU.

"Kami memang belum bisa banyak memberi, namun setidaknya bisa membantu operasional administrasi NU.  Sekaligus untuk menguatkan ukhuwah islamiyah," ujarnya, usai menyerahkan bantuan operasional dan bingkisan Idul Fitri di PC NU Kabupaten Demak, Senin (10/5).

Lebih lanjut disampaikan, dukungan operasional tersebut juga wujud perhatian terhadap perjuangan NU sehingga bisa membumi di Kota Wali. Pada saat sama, pesantren diharapkan bisa menjadi rujukan pendidikan. "PKB , NU dan pesantren insyaallah tidak akan putus hingga ila yaumil qiyamah," imbuh Wakil Ketua DPRD Demak dari FKB itu. 

Sehubungan itu, dia minta doa masyarakat. Agar tiga komponen tersebut, NU, PKB dan pesantren bisa mendapat ruang di hati masyarakat. Karena itu pula DPRD kini  sedang menyusun raperda pesantren.

Di sisi lain, Ketua PC NU Kabupaten Demak KH Muhammad Aminudin Mas'udi menyampaikan, terimakasih atas bingkisan Idul Fitri untuk segenap jajaran pengurus cabang hingga ranting. Serta dukungan operasional yang diberikan PKB, di samping bantuan sama dari RSI NU Demak.

Disampaikan pula, sehubungan perayaan Idul Fitri PC NU Kabupaten Demak berencana melaksanakan  Rukyatul Hilal 1 Syawal 1442 H di atas lantai tiga gedung baru RSI NU Demak pada Selasa (11/5). Sementara salat Idul Fitri 1442 H dihimbaukan kepada masyarakat agar mematuhi standar protokol kesehatan.

"Jika dilaksanakan di masjid hanya dihadiri 50 persen dari kapasitas dan mentaati 5 M. Selain itu tradisi takbir mursal ditiadakan untuk menghindari penumpukan massa" tandasnya.

Penulis : ssj
Editor   : edt