Mantab! Kuartal I, SGB Semarang Catat Pertumbuhan Volume Transaksi di Atas 20 Persen


MEMAPARKAN : Pimpinan Cabang SGB Semarang, Conny Lumandung, saat ditemui di Semarang, Senin (10/5/2021).

SEMARANG, WAWASANCO – Pandemi covid-19 rupanya tidak terlalu berpengaruh pada volume transaksi pada PT Solid Gold Berjangka (SGB) Smarang. Bahkan pada kuartal I 2021, perusahaan tersebut berhasil mmbukukan volume transaksi sebesar 20.668 lot. Capaian tersebut naik sekitar 20,51% dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. 

Tercatat, transaksi sistem perdagangan alternatif (SPA) mendominasi total volume transaksi sebesar 19.586 lot. Sementara untuk volume transaksi komoditi atau multilateral sebesar 1.082 lot.

Pimpinan Cabang SGB Semarang, Conny Lumandung, memparkan peningkatan volume transaksi di sepanjang Januari sampai Maret  2021 tersebut, dipicu oleh peralihan dana para investor dari sektor riil ke investasi karena lesunya bisnis di masa pandemi.

“Transaksi di perdagangan berjangka menjadi jawaban bagi para pengusaha untuk memutar modal mereka, terutama untuk menjamin kelangsungan biaya operasional sekaligus menjadi sumber baru untuk mendapatkan keuntungan,” terang Conny, saat ditemui di Semarang, Senin (10/5/2021).

Disatu sisi, pihaknya juga kian mendorong peningkatan literasi masyarakat terhadap perdagangan berjangka komoditi sebagai pilihan alternatif investasi.

"Disini peran media melalui publikasi yang positif diperlukan untuk membantu kita dalam mengedukasi masyarakat," lanjutnya.

Selain itu, industri ini juga menawarkan lapangan kerja yang luas yaitu profesi sebagai wakil pialang berjangka.

"Industri PBK termasuk salah satu sektor yang kebal krisis di masa pandemi saat ini.Di tengah guncangan beragam produk investasi, di perdagangan berjangka justru terjadi sebaliknya," tandas Conny.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut. Pertama, investasi di perdagangan berjangka bersifat dua arah. Artinya baik harga sedang turun atau naik tetap memiliki peluang keuntungan yang sama.

Kedua, di perdagangan berjangka, para investor memiliki opsi produk yang beragam yang bisa disesuaikan dengan level risiko dan tingkat keuntungan yang diinginkan.

"Salah satu produk yang saat ini sedang tren adalah emas berjangka atau locogold. Bersinarnya harga emas di tahun 2020 sempat membuat para investor beramai-ramai masuk ke portfolio ini. Namun demikian saat ini di tengah tren penurunan harga emas, maka tidak menjadi soal untuk para investor di perdagangan berjangka karena mereka bisa mengambil aksi buy untuk mendapatkan keuntungan," terangnya lebih jauh.

Conny juga nenjelaskan, saat ini banyak perusahaan pialang tumbuh di Indonesia, baik yang lokal maupun dari luar negeri. 

"Ini bagus karena membuat industri semakin bergairah, hanya para investor wajib cermat memilih, yang berpengalaman, biasanya sudah teruji," ujarnya memberikan saran.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa hal yang membedakan Solid Gold Berjangka (SGB) Semarang dengan perusahaan pialang serupa lainnya, adalah pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan investor jaman sekarang.

Dijelaskan, sebagai perusahaan pialang berjangka yang hadir di Semarang sejak tahun 2003,  SGB Semarang memahami benar kebutuhan para investor dalam melakukan transaksi dan memaksimalkan tingkat keuntungan di perdagangan berjangka. 

“Kami menawarkan planning transaction yang disesuaikan dengan tingkat risiko dan kemampuan modal para investor serta target keuntungan yang akan diambil. Selama bertahun-tahun akurasi planning transaction kami mencapai 95% berhasil sesuai harapan investor,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Conny menyampaikan tips sebelum investor terjun berinvestasi di produk investasi berjangka, maka harus memperhatikan beberapa hal berikut. 

"Pertama, pilih perusahaan pialang berjangka yang terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Kedua, pilih tenaga konsultan pialang yang menawarkan mekanisme planning transaction yang logis dan transparan," urainya.

Menurutnya, konsultan pialang yang baik, tidak hanya menjelaskan soal peluang keuntungan melainkan juga tentang risiko dan bagaimana membatasi risiko tersebut. "Ketiga, pilih perusahaan pialang yang memiliki reputasi yang teruji. Contohnya SGB Semarang," pungkasnya. 

Penulis : arr
Editor   : edt