Terjaring Razia , Puluhan Penumpang dan Kru Bus AKAP Jalani Rapid Tes Antingen


SALATIGA WAWASAN.CO. Empat bus antarkota antarprovinsi (AKAP) terjaring razia karena tidak mengantongi kelengkapan dokumen kesehatan bebas Covid-19 oleh petugas gabungan di Posko Exit Tol Tingkir Salatiga, Kamis (20/5) petang.

Tak hanya bus, petugas juga memeriksa 32 kendaraan roda empat diduga membawa pemudik melintasi Salatiga. 

Alhasil, hampir 60 penumpang beserta kru bus serta puluhan pemudik diminta wajib menjalankan Rapid Tes Antingen di Posko yang disediakan Dokkes Polres Salatiga.

Hasilnya, dari empat bus serta 32 kendaraan roda empat diduga pemudik yang terjaring dengan jumlah total keseluruhan penumpang mencapai 56 orang seluruhnya dinyatakan negatif Covid-19.

Kapolres Salatiga AKBP Rahmat Hidayat melalui Kasi Humas Polres Salatiga AKP Slamet Hari Trianto saat dikonfirmasi wartawan menyebutkan, Rapid Tes Antingen dilakukan setelah seluruh penumpang tidak menggantongi surat jalan keterangan sehat bebas Covid-19.

"Tadi dari hasil kegiatan gabungan dengan melaksanakan penyekatan kepada kendaraan berplat luar kota yang diduga pemudik termasuk bus AKAP langsung dilakukan pemeriksaan identitas pengemudi dan penumpang kendaraan dan meminta surat keterangan bebas Covid-19," kata AKP Slamet Hari Trianto.

Dan memang, dari hasil pemeriksaan petugas hampir semua penumpang baik angkutan umum dan pribadi tidak memiliki surat keterangan sehat. Sampai akhirnya seluruh pengemudi dan penumpang kendaraan berplat luar melaksanakan swab antigen  dengan hasil seluruhnya negatif.

Sementara, data Dishub Kota Salatiga mencatat 70 persen angkutan umum jenis bus AKAP yang keluar di Exit Tol Tingkir Salatiga tanpa mengantongi kelengkapan dokumen kesehatan.

Dari pantauan di Posko Exit Tol Tingkir Salatiga, jelang petang hari WIB tiga bus AKAP dua diantaranya dari PO Laju Prima diberhentikan.

Kecurigaan petugas terbukti. Tiga bus AKAP dengan tujuan Malang, Jawa Timur dan akan masuk ke Terminal Tipe A Tingkir Salatiga tersebut sama sekali tidak mengantongi kelengkapan dokumen kesehatan.

Padahal, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa usai masa larangan mudik, persyaratan akan kembali mengacu pada Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19.

Tambahan klausul pada SE tersebut mengatur bahwa pemerintah melakukan pengetatan syarat perjalanan sepanjang 18-24 Mei 2021 yang berlaku untuk pelaku perjalanan udara, laut, kereta api, dan penyeberangan.

Syarat yang dimaksud yakni wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dari RT-PCR atau rapid test antigen atau GeNose C19 yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Komandan Regu (Danru) Dishub Kota Salatiga Satmoko kepada wartawan dilokasi Posko pemeriksaan dari pagi pihaknya telah memeriksa sekitar 60 penumpang.

Selain itu, petugas gabungan juga memberhentikan angkutan barang khususnya berplat Jakarta sekitarnya.

"Dari pagi kita temukan 60 penumpang asal Jakarta, Bogor tujuan Jawa Timur sekitarnya yang akan menurunkan penumpang di Terminal Tingkir Salatiga tidak mengantongi surat keterangan bebas Covid-19. Begitu juga dengan kru bus," kata Satmoko.

Kondisi ini sangat disayangkan. Mengingat, bus AKAP telah lolos melewati sejumlah titik Pos pemeriksaan sejak bertolak dari terminal keberangkatan.

Atas temuan tersebut, Dishub Kota Salatiga bersama Polres Salatiga akan terus melakukan pengetatan kelengkapan dokumen kesehatan baik terhadap penumpang maupun kru bus.

*Berkoordinasi
Dengan fakta yang mengejutkan itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga akan segera berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) yang merupakan unsur pelaksana pada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Disampaikan Satmoko, pihaknya mempertanyakan mengapa bus-bus AKAP dari daerah asal keberangkatan bisa lolos.

"Kita ini kan kota perlintasan. Harusnya memang pengetatan persyaratan perjalanan sesuai ketentuan. Namun pada kenyataannya kita menemukan banyak bus AKAP bisa lolos tanpa dokumen kesehatan baik untuk kru ataupun penumpang," paparnya.

Sementara, seorang kru bus dari PO Laju Prima asal Jakarta tujuan Madiun mengaku pihaknya tidak diwajibkan mengantongi dokumen kesehatan Covid-19 sejak dari terminal keberangkatan.

"Dari asal Cileungsi, Bogor tujuan Madiun kami jalan saja tidak pake dokumen kesehatan yang dimaksud. Tapi kami di resmi dari terminal silakan tanya bapak-bapak penumpang ini," ucapnya kepada petugas.

Begitu juga seorang sopir bus AKAP PO Haryanto asal Wonogiri tujuan Jakarta saat ditanya wartawan pun menjawab hal serupa tidak mengantongi surat/ dokumen kesehatan bebas Covid-19.

Seorang penumpang bus AKAP PO Laju Prima bernama Hadi asal Tanggerang yang hendak mudik tujuan Sragen bersama anak istrinya mengaku tidak dibekali embel-embel surat keterangan sehat dari agen di kota asal.

"Kita berangkat pagi tadi, dari agen tidak dibilangin pake surat keterangan sehat tinggal berangkat saja. Dan selama perjalanan memang tidak ada kendala, baru di Salatiga ini diminta jalani Rapid Tes Antingen," ungkap Hadi yang masih terlihat syok.

Ia pun berharap tidak sampai diminta putar balik mengingat sudah mendekati daerah tujuan mudik.

Hal serupa disampaikan Komandan Regu (Danru) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga, Satmoko. Kepada wartawan Satmoko menyebut tidak mungkin memutar balik bus yang sudah hampir ke daerah tujuan.

"Penumpang tetap boleh melanjutkan perjalanan asal sudah mengantongi surat keterangan sehat bebas Covid-19. Tidak kita minta putar balik, karena kita (daerah Salatiga) sifatnya lintasan," imbuhnya

Penulis : ern
Editor   : edt