Puan: Kader PDIP Harus Solid Satu Barisan, Taat Asas dan Disiplin menjalankan Instruksi Partai


ORASI : Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani saat memaparkan orasi didepan kader PDI Perjuangan se-Jawa Tengah, di Kantor DPD Partai PDI Perjuangan Jateng, Panti Marhaen Semarang, Sabtu (22/5/2021).

SEMARANG, WAWASANCO – Soliditas partai menjadi kunci untuk dapat menghadapi dinamika politik ke depan. Untuk itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengingatkan pada seluruh jajaran partainya untuk menjaga soliditas. Termasuk untuk taat asas dan disiplin menjalankan instruksi partai.

“Tetap dalam satu barisan partai yang terpimpin,” kata Puan, kepada kader PDI Perjuangan se-Jawa Tengah, di Kantor DPD Partai PDI Perjuangan Jateng, Panti Marhaen Semarang, Sabtu (22/5/2021).

“Tidak dibenarkan ada kader yang di luar barisan. Pimpinan partai di setiap tingkatan agar memastikan seluruh kader dan tiga pilar partai berada dalam barisan yang solid dan kompak,” ucap perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI tersebut.

Puan menegaskan, langkah dan tujuan PDI Perjuangan tidak berhenti hanya sampai memenangkan pemilu secara demokratis. Tetapi, kader-kader PDI Perjuangan di eksekutif, legislatif, dan struktural, harus bahu membahu mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai ideologi Pancasila dan jalan trisakti.

Terlebih pada masa pandemi Covid-19, Puan mengingatkan agar kader PDI Perjuangan, khususnya yang berada di eksektif dan legislatif, mengoptimalkan kebijakan pencegahan penularan Covid-19 dan berjalannya program untuk dapat menyangga kehidupan masyarakat dan membangkitkan ekonomi kerakyatan.

“Laksanakanlah kewajiban tugas ideologis kita dengan tanpa memikirkan untung ruginya; Karma Nevad Ni Adikaratse; Ma Phaleshu Kada Chana,” ujar alumni Fisip Universitas Indonesia ini.

Puan menuturkan, seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan patut bersyukur karena selama 48 tahun berkiprah, PDI Perjuangan terus memegang teguh ideologi Pancasila 1 Juni 1945 dan konsisten memperjuangkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian. 

Pascareformasi, kata Puan, PDI Perjuangan berhasil memenangi pemilu legislatif dua kali berturut-turut, pada 2014 dan 2019. Kemudian, PDI Perjuangan juga menjadi partai pengusung utama dalam kemenangan pemilu presiden dua kali berturut-turut.

“Kita patut bersyukur atas semua pencapaian PDI Perjuangan, akan tetapi kita tidak boleh lupa bahwa perjuangan kita belum selesai,” ujar Puan.

Lalu terkait hasil pilkada serentak, PDI Perjuangan memiliki 251 kepala daerah dan wakil kepala daerah dari 548 daerah provinsi dan kabupaten.

Di Jawa Tengah, PDI Perjuangan memiliki kepala daerah di 22 kabupaten/kota dari total 35 kabupaten/kota, 26 anggota DPR RI, 42 anggota DPRD tingkat provinsi, serta 412 anggota DPRD tingkat kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Inilah capaian dari kerja keras dan perjuangan seluruh kader-kader PDI Perjuangan dan tiga pilar partai, yang harus terus diperkuat, karena ke depan tantangan dan lawan kita juga akan semakin berat,” ungkap Puan.
 
“Kita bukan hanya ingin PDI Perjuangan menang Pemilu, kita inginkan kemenangan PDI Perjuangan menjadi pembuka jalan untuk mewujudkan Indonesia yang benar-benar berdaulat berdikari dan berkepribadian dalam kebudayaan. Rakyat menanti komitmen PDI Perjuangan diwujudkan secara nyata dan dirasakan masyarakat,” tandas Puan.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengingatkan kepada seluruh kader PDI Perjuangan di Jateng, untuk berjuang secara riil. Apalagi jika kader tersebut saat ini menduduki jabatan sebagai pemimpin, maka perjuangan di lapangan sangat dibutuhkan.

"PDI Perjuangan Jateng telah berkali-kali menjadi penentu kemenangan PDI Perjuangan dalam kontestasi Pileg maupun Pilpres. Dengan dukungan suara PDI Perjuangan Jateng yang besar, maka partai berlambang banteng ini memenangkan kontestasi mengungguli parpol lain," ungkapnya.

Maka, putri Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ini menekankan model pemimpin yang ideal bagi PDI Perjuangan. Yakni pemimpin yang memang dilihat oleh teman-teman seperjuangan dan turut turun bersama dengan para pendukungnya di lapangan.

“Pemimpin menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan dan bukan di sosmed,” tegas Puan Maharani.

Menurut Puan yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPR RI ini, sosmed memang diperlukan. Namun dalam berjuang, jangan hanya berhenti di sosmed saja. “Sosmed diperlukan, media perlu. Tapi bukan itu saja. Harus nyata kerja di lapangan,” ujar Puan.

Selanjutnya ia juga menegaskan jika kader PDI Perjuangan yang terlihat diam itu jangan dinilai tidak siap dalam menyambut kontestasi pemilu kedepan. Puan menegaskan kader PDI Perjuangan sangat siap, namun mereka mematuhi aturan partai yang mesti tegak lurus dengan perintah ketum.

“Kita diem-diem saja kaya ndak siap. Kita Siap! Hanya, kita itu partai yang tegak lurus pada aturan,” tandasnya.

Untuk itu, sudah semestinya semua kader PDI Perjuangan tegak lurus pada perintah yang pada waktunya nanti akan diinstruksikan oleh Ketum. “Dan saya yakin bahwa bapak dan ibu ini pasti akan ikut pada arahan yang akan diputuskan pada saatnya nanti,” tandasnya sekali lagi. 

Dalam acara itu, dipamerkan juga karya peserta lomba foto esai tentang Marhaen dan cagar budaya. Beberapa foto-foto yang dipamerkan akan dipilih oleh Puan untuk dijadikan pemenang.

Acara yang digelar sebagai rangkaian HUT ke-48 PDI Perjuangan itu dihadiri oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Wuryanto; Sekretaris Bambang Kusriyanto; Bendahara Agustina Wilujeng, kepala-wakil kepala daerah PDI Perjuangan di Jawa Tengah dan anggota DPR RI dapil Jawa Tengah. Hadir juga secara virtual 463 anggota DPRD Jateng dan kabupaten/kota, 35 DPC kabupaten/kota, 573 PAC, serta badan dan organisasi sayap PDI Perjuangan se-Jawa Tengah.

Penulis : arr
Editor   : edt