KMPP Jateng Menduga Ada Permainan Anggaran Renovasi Ruangan PN Semarang yang Ambrol


SEMARANG, WAWASANCO - Ambrolnya plafon atap ruang hakim dan panitera pidana Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Sabtu (29/5/2021) lalu, menjadi perhatian banyak kalangan. Pasalnya, ruangan yang ambrol tersebut baru selesai direnovasi pada akhir 2020 lalu.

"Bangunan yang belum lama direnovasi harusnya memiliki ketahanan terhadap bencana. Info dari dalam, ruangan hakim dan pidana itu selesai renov Desember 2020. Renovasinya memang tidak lelang sehingga tidak banyak yang tahu," papar Koordinator Kelompok Masyarakat Peduli Peradilan (KMPP) Jateng, Wahyu Santoso. dalam keterangan tertulis yang dkirimkannya, Selasa (1/6/2021).

Ia mempertanyakan kenapa ruangan atau gedung yang belum lama direnovasi bisa ambrol dan rusak diterjang angin kencang dan hujan lebat. Terlebih, kerusakan hanya terjadi di gedung itu saja.

"Gedung lainnya, bahkan gedung kantor di sebelahnya tidak ada kerusakan sama sekali. Yang jadi pertanyaan, kenapa bisa rusak dengan mudahnya?" tanyanya.

Ia menduga adanya permainan anggaran dalam renovasi tersebut. Ia meminta ada audit dari instansi terkait atas renovasi tersebut. Ia juga mendesak aparat penegak hukum (APH), memeriksa rekanan pelaksana renovasi.

Menurutnya, ambrolnya plafon eternit ruang hakim dan panitera pidana memperburuk citra PN Semarang.

"Selama ini, pelayanan PN Semarang banyak dikeluhkan banyak kalangan, karena tidak adanya keterbukaan informasi dari para pejabat PN Semarang terkait kejelasan perkara," ungkapnya.

Tak hanya itu saja, dari data yang ada, susah banyak hakim PN Semarang yang dilaporkan oleh para pencari keadilan ke Bawas MA, Komisi Yudisial, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia juga mendesak adanya audit tentang penggunaan anggaran PN Semarang, karena selama ini banyak laporan tentang kinerja yang identik dengan mafia peradilan

Penulis : rls
Editor   : edt