SEMARANG, WAWASANCO - Sekolah Citra Kasih (SCK) Semarang menjadi sekolah ke 11 yang dibangun dibawah naungan Yayasan Ciputra Pendidikan. Tidak hanya bertujuan untuk membawa kecerdasan dan kesejahteraan bagi anak bangsa Indonesia, namun juga memberikan pendidikan entrepreneurship bagi generasi muda untuk meraih kesuksesan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Grup Ciputra, sekaligus Board Member Yayasan Ciputra Pendidikan, Denny Bernardus, di sela peletakan batu pertama pembangunan SCK Semarang, di lingkungan Citra Grand Semarang, Tembalang, Semarang, Sabtu (5/6/2021).
"Sekolah Citra Kasih ini didirikan dengan tujuan untuk membawa kecerdasan dan kesejahteraan bagi anak bangsa Indonesia. Dalam proses pencapaian tujuan tersebut maka para pendiri yakni Ir. Ciputra, meyakini pendidikan yang berkualitas, utuh dan khususnya pendidikan entrepreneurship merupakan jalan keluar bagi generasi muda untuk meraih kesuksesan," terangnya.
Denny menyebutkan selain menggunakan kurikulum nasional seperti yang diterapkan pemerintah, para murid di sekolah tersebut nantinya juga mengikuti program of entrepreneur (POE).
"POE merupakan salah satu wujud nyata mimpi Bapak Ir. Ciputra dalam mewujudkan 4 juta Entrepreneur di Indonesia. Program entrepreneur ini sebagai pengayaan. Ini merupakan salah satu mimpi Bapak Ciputra untuk membangun sebuah sekolah entrepreneurship dan memberikan manfaat bagi anak bangsa," ungkapnya.
Sementara, School General Manager Budi Tjusila, menambahkan, SCK Semarang juga bekerja sama dengan Finlandia untuk menerapkan program positive education (PE).
"Program PE ini bagus untuk siswa, guru, maupun orang tua. Nantinya kita buat secara khusus membuat sesi untuk penerapan Positive Education dengan nama Positive Pals. Guru sebagai mentor menjadi sahabat bagi siswa untuk saling sharing, saling memuji, merespon dengan positif, membangun relasi yang positif, menguatkan karakter positif masing-masing sehingga menjadi komunitas yang sehat," terangnya.
Karakter positif inilah yang digunakan untuk mencapai target-targetnya yang tertuang dalam Self Development Challenges. Program-program menunjukkan bahwa SCK Semarang, menjadi sekolah yang mengembangkan karakter, keterampilan dan pengetahuan siswa secara holistik.
"Itulah sebabnya kami bekerjasama dengan Finlandia soal positive education. Kami melihat mereka dengan pendidikan yang baik dan kebahagiaannya luar biasa itu karena mereka membangun dengan positive education," tandasnya.
Sementara, terkait proses pembangunan SCK Semarang, diperkirakan sekolah tersebut akan siap beroperasi pada tahun ajaran 2022/2023 mendatang. Dengan anggaran sekitar 40 miliar, SCK Semarang dibangun di atas lahan seluas 8.000 meter.
Direncanakan sekolah tersebut, akan dibangun empat lantai lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang. "Sekolah ini ditargetkan mulai beroperasi Juli 2021 mendatang menjangkau calon peserta didik tingkat SMP dan SMA, dengan penerimaan dua paralel, yakni kelas 7 dan 8 untuk tingkat SMP dan kelas 10 - 11 untuk tingkat SMA," tambah Budi.
Apresiasi positif disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti, yang turut hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan sekolah.
"Meski di tengah pandemi Covid-19, namun Yayasan Ciputra tetap peduli dengan sektor pendidikan. Pembangunan sekolah SCK Semarang ini, kita harapkan juga dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, tidak hanya di Kota Semarang namun juga wilayah sekitarnya," terangnya.
Mbak Ita, panggilan akrab Wakil Wali Kota Semarang, juga berharap bahwa keberadaan sekolah-sekolah dibawah Yayasan Ciputra Pendidikan tersebut, tidak terhenti pada SCK Semarang di wilayah Tembalang, namun juga di wilayah lainnya di Kota Semarang.
Penulis : arr
Editor : edt