Terdampak Pencemaran UdaraTPA Sampah, Warga Candisari Mengadu ke DPRD


Warga Candisari Mranggen menggelar poster dan ornamen-ornamen dari sampah di halaman DPRD Demak, menuntut penutupan TPA yang sudah menyebarkan polusi udara. Attachments area

DEMAK, WAWASANCO- Perwakilan warga Desa Candisari Kecamatan Mranggen mendatangi DPRD Demak, Senin (7/6). Mereka mengadu pencemaran udara yang bersumber dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang dibangun pemerintah daerah di Candisari, dan menuntut agar segera ditutup.

 

Selain menggelar poster tuntutan, para peserta aksi juga mengusung keranda mayat yang berisi aneka macam sampah. Ornamen-ornamen itu sebagai simbol TPA di desa mereka telah membunuh warga secara perlahan lahan.  

 

"Tuntutan kita cuma satu, tutup TPA Candisari," kata perwakilan warga Abdul Wahib.

 

Aksi berlangsung singkat, warga langsung ditemui oleh anggota DPRD Demak untuk menerima aspirasi mereka.  Audiensi antara warga dengan DPRD Demak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C DPRD Demak Tatiek Soelistijani. 

 

Menurut Wahib, keberadaan TPA Candisari yang sudah berdiri sejak tahun 1994 itu sangat mengganggu warga. Selain over kapasitas dan menimbulkan polusi udara akibat bau kurang sedap,limbah cair dari TPA Candisari juga menyebabkan areal pertanian warga gagal panen dan turun produksinya. 

 

"Tumpukan sampah sudah menggunung dan polusi udaranya hingga  radius 3 - 4 meter. Karena itu kami minta TPA Candisari segera ditutup," ujar Wahib.

 

Sedikitnya ada lima desa yang terdampak polusi udara di sekitar TPA Candisari yakni Desa Candisari, Karangsono dan Tegalarum Kecamatan Mranggen serta Desa Kuripan dan Bumirejo Kecamatan Karangawen.

 

Tatiek Soelistijani yang menerima perwakilan warga berjanji akan memenuhi aspirasi mereka. Dia akan bertanggungjawab untuk penutupan TPA Candisari tersebut. 

 

"Uneg-uneg panjenengan semua secepatnya kami sampaikan  kepada pimpinan. Secepatnya pula kami kabari hasilnya," tutup politisi PDI-P itu.

Penulis : ssj
Editor   : edt