Berpotensi Muncul Klaster Pengacara, Tim Satgas Covid-19 Diminta Turun Tangan


Kuasa hukum pelapor, M Dias Saktiawan

SEMARANG, WAWASANCO - Potensi timbulnya klaster baru Covid-19 dari para pengacara tersangka kasus ujaran kebencian bernada Suku, Ras, Agama, dan Antar Golongan (SARA), RWS, patut diwaspadai.

Hal tersebut memungkinkan, karena sebelum diketahui positif Covid-19, tersangka RWS sempat berkoordinasi dengan para kuasa hukumnya yang berjumlah 35 orang, terkait persoalan yang dihadapi di Polda Jawa Tengah.

"Tersangka kasus ujaran kebencian bernada SARA, saudara RWS, saat ini dinyatakan positif Covid-19. Itu sebabnya, pelimpahannya ke Kejati Jateng dan penahanannya batal dilakukan. Disatu sisi, tersangka ini sebelummnya juga sempat sempat berkoordinasi para kuasa hukumnya, sehingga memungkinkan terjadi kontak fisik diantara mereka," papar kuasa hukum pelapor, M Dias Saktiawan di Semarang, Senin (7/6/2021).

Dengan segala kemungkinan tersebut, para pengacara yang mendampingi tersangka RWS, juga berpotensi terpapar Covid-19.

"Para pengacara yang mendampingi saudara RWSA ini, bisa saja terpapar dan ditakutkan menjadi klaster baru Covid-19. Karenanya, saya meminta tim Satgas Covid-19 Kota Semarang untuk turun tangan melakukan tracing dan tes kepada para pengacara tersebut," tandasnya.

Jika tidak, lanjutnya, dikhawatirkan akan terjadi penyebaran Covid-19 yang masif oleh tim kuasa hukum Satriya. Terlebih, beberapa di antaranya diketahui juga sudah terpapar atau reaktif.

"Harus ada tindakan tegas dari tim Satgas Covid-19 dengan mengisolasi mereka. Mereka juga tidak boleh beraktivitas di luar selama isolasi tersebut," tuturnya.

Hal itu dirasa wajar. Pasalnya, beberapa di antara para pengacara Satriya merupakan kurator. Hampir tiap hari melakukan rapat koordinasi baik di Pengadilan Negeri (PN) Semarang maupun di luar PN.

Artinya, aktivitas mereka menimbulkan kerumunan dan berpotensi menyebarkan virus Covid-19. Karenanya, mau tidak mau seluruh pengacara yang mendampingi Satriya diharuskan menjalani isolasi setidaknya selama dua minggu.

"Itu untuk memastikan mereka benar-benar sehat dan tidak terkena Covid-19. Jangan sampai mereka ke mana-mana membawa virus dan menularkannya pada orang lain," tegasnya.

Sementara itu, koordinator tim kuasa hukum tersangka RWS, Rangkei Margana mengatakan, telah mengantisipasi jika ada penularan Covid-19 dari RWS maupun dari penderita lainnya. Ia meminta siapapun yang pernah ada kontak langsung dengan RWS untuk melakukan tes.

"Kami mengikuti prosedur saja. Terkait perkara ini, kami siap untuk melakukan pembuktian di persidangan nanti," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, berkas perkara dan tersangka kasus ujaran kebencian bernada SARA, RWS, batal dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Selain batal dilimpahkan, tersangka yang merupakan seorang pengacara di Kota Semarang itu juga batal ditahan.

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jawa Tengah, Fatoni mengatakan, batalnya pelimpahan dan penahanan itu dikarenakan tersangka dinyatakan positif Covid-19 sehingga harus dirawat terlebih dahulu.

"Iya yang bersangkutan kena Covid-19. Makanya kami tidak berani menerima. Kalau nanti sudah sembuh, kami baru berani menerima pelimpahannya," katanya.

Pelimpahan tahap II yang meliputi berkas perkara dan tersangka tersebut sedianya dilakukan Kamis (3/6/2021) kemarin. Tersangka RWS, saat ini menjalani isolasi mandiri di rumahnya.
 

Penulis : rls
Editor   : edt