Tiga Kali Penindakan Beruntun, Bea Cukai Jateng DIY Sita 3,6 Juta Batang Rokok Ilegal 


SEMARANG, WAWASANCO - Sebanyak 3,6 juta rokok ilegal dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp3,68 miliar, berhasil diamankan Bea Cukai Jateng DIY. Penggagalan upaya penyelundupan rokok ilegal jaringan Jawa – Sumatera, yang berpotensi merugikan negara senilai Rp 2,42 miliar tersebut, dilakukan dalam operasi 3 hari berturut turut sejak 6 hingga 8 Juni 2021 di wilayah Jawa Tengah.

“Pada Minggu, 6 Juni 2021 pagi kami menerima informasi intelijen bahwa terdapat truk yang mengangkut rokok diduga ilegal dari Jawa Tengah menuju Sumatera. Tim kemudian melakukan penelusuran dan pengamatan di sepanjang ruas tol salatiga – semarang dan semarang – salatiga. Setelah mendapati truk target, tim melakukan pembuntutan dan pengejaran," ungkap Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Moch. Arif Setijo Noegroho, Kamis (10/6/20210.

Arif menyebutkan bahwa sekitar pukul 10.30 WIB bertempat di Rest Area KM. 05, Jalan Tol Jatingaleh-Krapyak, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, tim melakukan penghentian dan pemeriksaan terhadap truk dan kedapatan mengangkut sejumlah karton berisi Rokok Jenis SKM berbagai merk tanpa dilekati pita cukai. 

“Total rokok yang diangkut ada 1,17 juta batang dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp1,19 miliar dan potensi kerugian negara mencapai Rp 782 juta. Selanjutnya truk beserta sopir diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut”, jelas Arif.

Pada hari berikutnya Senin, 7 Juni 2021 pukul 14.00 WIB, di SPBU Pelutan Lingkar Utara Pemalang, Jl. Prof. Moh. Yamin, No. 16, Pelutan, Kec. Pemalang, Kab. Pemalang, Bea Cukai Jateng DIY menggandeng Bea Cukai Tegal, kembali melakukan penindakan sebuah truk yang didapati mengangkut 1,64 Juta batang rokok berjenis SKM beragam merek tanpa dilekati pita cukai.

Dari operasi tersebut, rokok ilegal dengan nilai barang mencapai Rp 1,68 miliar dan potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 1,10 miliar, berhasil diamankan. Supir dan barang bukti selanjutnya diamankan petugas untuk pendalaman kasus.

Adapun penindakan ketiga berlokasi di Jalan Raya Kaligawe, Muktiharjo Lor, Kec. Genuk, Kota Semarang, pada pukul 1.15 WIB dini hari, tepat sehari setelah penindakan kedua dilaksanakan. 

"Dari hasil pencacahan tim menemukan 800 ribu batang rokok SKM beragam merk tanpa dilekati pita cukai dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 816 juta dan potensi kerugian negara mencapai Rp 536 juta. Selanjutnya truk, barang hasil penindakan beserta terperiksa dibawa ke Kantor Bea Cukai Jateng DIY untuk pemeriksaan lebih lanjut," terangnya. 

Hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan penelitian mendalam terhadap 4 orang terperiksa dan barang hasil penindakan. 4 orang tersebut merupakan sopir dan kernet berinisial BU, HW, ES dan RN, yang pada tahap awal pemeriksaan mengaku tidak mengetahui jika muatan yang dibawanya adalah rokok ilegal.

Dari Januari 2021 hingga saat ini Bea Cukai di lingkungan Kanwil DJBC Jateng dan DIY telah berhasil melakukan penindakan rokok diduga illegal sebanyak 24,19 juta batang senilai Rp 24,46 miliar dan berpotensi merugikan negara sebanyak Rp 15,97 miliar.

Arif menegaskan bahwa terhadap pelaku peredaran rokok ilegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

"Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar," tandasnya.  

 

Penulis : rls
Editor   : edt