Pesantren Spirit Utama Lawan Pandemi


Wakil Ketua DPRD Demak dari FKB Zayinul Fata bersama Pengasuh Ponpes Fathul Huda KH Zaenal Arifin Ma'shoem dan Kepala Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Demak H Agus Herawan pada kegiatan penguatan Ideologi Pancasila, Bersama Cegah Covid-19 Menuju Demak Sejahtera

DEMAK, WAWASANCO- Santri secara harfiah memiliki makna yg sangat dalam. Bahkan secara substansi melampaui harfiahnya. Sebab sejak dini santri dibina secara spirit jasmani dan rohaninya.

Di sela Penguatan  Ideologi Pancasila, Bersama Cegah Penyebaran Covid-19 Menuju Demak Sejahtera, Ketua DPRD Demak dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Zayinul Fata menyampaikan, saat ini orientasi masyarakat cenderung pada pencegahan pandemi secara lahir saja. Sementara penambahan imun lewat spirit sangat diperlukan.

Maka itu menurutnya menjadi sangat penting, pesantren sebagai alternatif melawan pandemi. Terlebih Kabupaten Demak sebagai basis kota santri. 

"Sholat berjamaah akan menambah imun pada diri seorang santri. Begitu pun dengan ngaji bersama. Masyarakat perlu meneladani penambahan spirit jasmani dan rohani seperti dilakukan di pesantren dapat mengantarkan bangsa ini keluar dari krisis pandemi," urainya, Senin (21/6). 

Tanpa spirit rohani dan jasmani yang kuat dan imbang, diyakini akan susah keluar dari krisis imbas covid-19. Begitu pun penguatan Pancasila dengan nilai-nilai fundamentalnya. Ketika mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam penanganan pandemi, yakin wabah corona segera sirna dari bumi pertiwi.

Disebutkan pula, instansi terkait hendaknya lebih terbuka mengenai manajemen SOP penanganan covid-19. Jangan sampai masyarakat khawatir saat akan memeriksakan kesehatan. 

 

Menambah nakes

Maka menurutnya,  harus ada jaminan terbaik saat uji klinis di rumah sakit. Di samping menyiapkan langkah alternatif dengan menyiapkan pos-pos isolasi mandiri, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

"Minimal pemerintah bisa mensiagakan tiga hingga lima tenaga kesehatan (nakes) di setiap pos unit desa. Jika nakes yang tersedia kurang, bisa merekrut nakes honorer untuk melayani kesehatan masyarakat," ujarnya.

Sebab keluhan masyarakat terbanyak adalah kondisi parah terjadi akibat keterlambatan nakes dalam penanganan pasien terkonfirmasi. "Anggaran yang direfokusing cukup banyak. Jumlah tersebut sangat cukup untuk penambahan sarpras dan penanganan covid-19. Maka itu jangan sampai bertambah lagi angka kematian karena keterlambatan penanganan," pungkasnya

Penulis : ssj
Editor   : edt