Waspadai Pinjaman Online dan Investasi Ilegal, Cek Sebelum Transaksi


MEMAPARKAN : Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa dalam diskusi media 'Perkembangan Jasa Keuangan dan Penanganan Investasi Ilegal' di Semarang, Rabu (30/6/2021).

SEMARANG, WAWASANCO - Masyarakat diminta untuk waspada terkait pinjaman online dan investasi ilegal, yang marak terjadi. Pastikan cek legalitasnya, sebelum melakukan transaksi.

Caranya pun mudah, setiap penyelenggara Fintech Peer to Peer Lending resmi, semuanya sudah terdaftar dan berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK ), yang saat ini berjumlah 131 penyelenggaran per 24 Mei 2021. Daftarnya dapat dilihat di laman ojk.go.id.

Selain itu, informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada laman sikapiuangmu.ojk.go.id.

"Usaha pinjaman-meminjam Online (pinjol) diatur dalam Peraturan OJK Nomor: 77/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, dan juga juga tunduk kepada pedoman perilaku yang disusun oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia sebagai asosiasi yang telah ditunjuk oleh OJK," papar Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa dalam diskusi media secara daring, 'Perkembangan Jasa Keuangan dan Penanganan Investasi Ilegal' di Semarang, Rabu (30/6/2021).

Dipaparkan, saat ini marak pinjol ilegal yang melakukan kegiatan usaha tanpa seizin OJK dan yang sering kali melakukan pelanggaran pidana, yang merugikan masyarakat. Termasuk, penipuan dan penggelapan. 

Selain itu, pada proses penagihan terhadap masyarakat yang tidak mampu membayar jenis pelanggaran pidana lain yang dilakukan berupa penyebaran konten pornografi, pencemaran nama baik, manipulasi data, dan pengancaman.

"Terhadap kelompok pinjol ini OJK bersama Satgas Waspada Investasi diantaranya Kominfo dan kepolisian, melakukan pemblokiran terhadap situs-situs pinjol tersebut dan pelanggaran tindak pidananya ditangani oleh kepolisian. Hingga saat ini OJK bersama Satgas Waspada Investasi telah memblokir 3.193 Pinjaman Online Ilegal," terangnya.

Agar terhindar dari jeratan pinjol, Aman menghimbau masyarakat harus memastikan 2L, yaitu logis dan legal. Harus diidentifikasi apakah penawaran produk yang disampaikan oleh pelaku usaha, masuk akal dan sesuai dengan kebiasaan atau peraturan yang berlaku serta mengidentifikasi apakah pelaku usaha dimaksud telah mendapatkan legalitas dari otoritas yang berwenang.

"Ada beberapa tips yang bisa diterapkan, agar masyarakat aman dalam meminjam secara online. Diantaranya, pinjamlah hanya pada penyelenggara Fintech Peer to Peer Lending yang terdaftar dan berizin dari OJK yang saat ini berjumlah 131 penyelenggaran per 24 Mei 2021. Daftarnya di website ojk.go.id,"terangnya.

Perusahaan Fintech Peer to Peer Lending  yang terdaftar dan berizin dari OJK, apabila mereka melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis, denda, pembatasan kegiatan usaha, dan yang terberat adalah pencabutan izin usaha, tergantung  jenis pelanggaran yang dilakukan. "Jadi pengawasannya jelas," tandasnya. 

Tips lainnya, pinjamlah uang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar. Jangan meminjam dengan cara gali lobang tutup lobang, karena akan menambah beban pembayaran utang. 

Tidak hanya itu, sedapat mungkin pinjaman digunakan untuk kebutuhan yang produktif, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga. 

"Sebelum meminjam, pahami risiko dan kewajibannya. Jangan menyesal setelah meminjam dan bayarlah sesuai waktu perjanjiannya," tambahnya.

Dirinya pun meminta masyarakat turut serta dalam melakukan pengawasan. Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, atau merasa dirugikan oleh kegiatan usaha pinjaman online dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157 atau WA 081157157157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.


 

Penulis : arr
Editor   : edt