Aktifitas Perdagangan di Kabupaten Magelang Dibatasi


MUNGKID, WAWASANCO-Kabupaten Magelang kembali masuk zona merah penyebaran covid-19. Karena itu, aktifitas perdagangan di pasar-pasar tradisional sejak Rabu (30/06/2021) dibatasi. Pasar tradisional boleh dibuka hanya sampai pukul 14.00 WIB.

 

 

"Dalam seminggu harus ada satu hari yang diliburkan untuk diadakan penyemprotan disinfektan, sehingga tidak mengganggu aktifitas pedagang dan pengunjung," kata Sekda Adi Waryanto, Kamis (01/07/2021).

 

 

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop & UKM), Basirul Hakim, mengatakan, penentuan hari libur di pasar tradisional diserahkan ke masing-masing pengelola pasar dan pedagang.

 

 

Dia menyebutkan, ada 17 pasar tradisional yang merupakan milik Pemkab Magelang. Antara lain, Pasar Muntilan, Pasar Grabag, Pasar Kaliangkrik, Pasar Salaman, Pasar Borobudur, Pasar Ngablak, Pasar Secang, Pasar Bandongan, dan Pasar Windusari.

 

 

Selain itu, kata dia, ada puluhan pasar desa yang menjadi binaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Permades). 

 

 

Pembatasan jam operasional, masih kata Basirul, juga diberlakukan terhadap usaha restoran/kafe/bar/pasar modern, rumah makan dan PKL sektor informal. Pelayanan boleh dibuka sampai pukul 20.00. Di atas jam itu, hanya boleh melayani pesan antar.

 

 

Untuk jam operasional pusat perbelanjaan seperti mall/grosir/toko modern antara pukul 09.00 - 20.00 WIB. "Itu pun dengan pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 25 persen," kata Basirul.

 

 

Menurut Kepala Dinas Permades, Labbaika Nugroho, pihaknya telah mensosialisasikan kebijakan pembatasan jam operasional pada pengelola sekitar 40 pasar desa. Antara lain, Pasar Tegalrejo, Pasar Danurejo, Pasar Sraten, Pasar Payaman.

 

 

"Kami mengimbau agar aktifitas di pasar-pasar desa untuk menyesuaikan dengan keputusan pemerintah tentang PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) berbasis mikro," katanya, dihubungi secara terpisah.

 

 

Menurut dia, masing-masing pasar desa mempunyai tingkat keramaian berbeda. Karena sebagian pasar desa tadi hanya buka saat hari pasaran tertentu. "Namun kami akan terus memantau aktifitasnya, terutama dalam hal penerapkan prokes (protokol kesehatan)," katanya.

Penulis : tbh
Editor   : edt