Truk Bermuatan Satu Ton Plastik Terguling Di Jalur Maut


Truk tronton dengan nomor polisi H 1521 AF yang terguling di tanjakan jalur maut di, Jalan Lingkar Selatan (JLS), Salatiga, jadi tontonan warga, Jum'at (2/7). Foto : Ernawaty

SALATIGA WAWASANCO. Kecelakaan tunggal hingga menyebabkan penutupan arus jalur Semarang-Solo kembali terulang, di kawasan maut, Jalan Lingkar Selatan (JLS), Salatiga, Jumat (2/7). 

 

Sebuah truk tronton dengan nomor polisi H 1521 AF terguling dengan kondisi badan truk melintang hingga seluruhnya menutup badan jalan dari arah berlawanan. 

 

Tergulingnya tronton Hino muatan satu ton plastik itu tak sampai menelan korban jiwa. Sopir truk Muh Farid (55) warga Karanggayam, Kebumen, Jateng diketahui sempat mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) terdekat. 

 

Sementara, proses evakuasi membutuhkan lebih dari tiga jam agar bangkai truk dengan panjang kurang lebih lima meteran tersebut tersingkir hingga jalur utama Solo-Semarang kembali normal.  

 

Menurut Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Sopian Rahmadiyanto SIK melalui anggota Lantas dilapangan, Bripka Agnes Eko menuturkan kronologis kejadian versi sopir truk. 

 

"Menurut sopir truk, saat dia melaju dari arah Semarang menuju Solo membawa muatan sekitar satu ton plastik melintasi jalan menanjak tepat di depan Taman Kota Salatiga, terasa tidak kuat," kata Bripka Agnes Eko. 

 

Ketika mencoba menginjak pedal rem, ternyata tidak berfungsi. Kuat dugaan gas rem di tubuh truk mengalami kebocoran. Sampai akhirnya truk mundur dengan posisi body terguling dan melintang di badan jalan berlawanan arah. 

 

"Sebagian badan truk sampai masuk ke Hutan Kota Salatiga yang ada didepan. Kami pastikan, kecelakaan tunggal ini tidak sampai melibatkan kendaraan lain hanya kerugian material saja," tandasnya.  

 

Akibat kecelakaan tunggal ini, lalu lintas dari arah Solo atau Magelang menuju Semarang terpaksa dialihkan masuk Kota Salatiga. Kasus ini masih ditangani Satlantas Polres Salatiga. 

 

Butuh Berjam-jam untuk mengevakuasi badan truk yang bongsor beserta muatan didalamnya. 

"Kita menggunakan mobil derek dengan kapasitas sepadan," imbuhnya. 

Penulis : ern
Editor   : edt