Hari Pertama Penerapan PPKM Darurat, Petugas Gabungan Bubarkan Kerumunan di Kawasan Kuliner Salatiga 


MEMBUBARKAN : Petugas saat menghimbau untuk tidak berkerumun melalui pengeras suara di hari pertama PPKM Darurat di Kota Salatiga, Sabtu (3/7). Foto : Ernawaty

SALATIGA WAWASANCO - Setidaknya, dua kawasan kuliner di Salatiga menjadi fokus pembubaran petugas gabungan di hari pertama penerapan PPKM Darurat di Kota Salatiga, Sabtu (3/7). 

Sedangkan, empat kawasan lainnya berada di area perdagangan, zona pendidikan serta jalan utama pusat kota Salatiga. 

Enam titik itu yakni di kawasan pusat perdagangan Jalan Jenderal Sudirman (Jensud), Jalan Veteran, Jalan Osamaliki, Jalan Kartini dan dua kawasan kuliner yaitu Jalan Monginsidi serta Jalan A Yani. 

"Kami himbau agar tidak berkerumun dan bagi pemilik Rumah Makan (RM) atau warung diharapkan bisa melayani secara 'take away'," teriak seorang petugas Polres Salatiga saat membubarkan keramaian di kawasan kuliner yang selalu dipadati mahasiswa di Jalan Monginsidi, Salatiga, Sabtu (3/7). 

Dari pantauan, kerumunan yang ditimbulkan karena banyaknya antrian pembeli baik perorangan maupun ojek online yang menunggu pesanan dengan tidak menerapkan jaga jarak aman. Tak jarang warung, Rumah Makan (RM) tidak mengindahkan untuk melayani secara 'take away'. 

Hingga akhirnya petugas pun bersikap tegas dengan membubarkan melalui pengeras suara. 

Kapolres Salatiga AKBP Rahmat Hidayat melalui Kasat Lantas AKP Sopian Rahmadyanto S.I.K mengatakan, kegiatan gabungan berlangsung dari siang hari itu melibatkan unsur TNI Polri dan Satpol-PP Kota Salatiga tersebut cukup efektif. Kerumunan masyarakat pun membubarkan diri dengan tertib. 

"Kegiatan PPKM Darurat adalah mengurangi kegiatan masyarakat yang tidak perlu, seperti kerumunan masyarakat, kemudian Polri dan TNI sekaligus melaksanakan sosialisasi melalui media sosial sebagai media sarana untuk bersosialisasi kepada masyarakat dalam PPKM Darurat ini," paparnya didampingi Kasi Humas Polres Salatiga AKP Slamet Hari Trianto. 

Kasat Lantas menambahkan, apabila masih ada kerumunan siap dibubarkan tanpa ada tawar menawar untuk disiplin PPKM Darurat ini. 

"Kegiatan kita laksanakan dari ujung barat sampai ujung timur Wilayah Salatiga ini sebagai usaha dan ikhtiar agar pandemi segera berakhir," tandasnya. 

Kasat Lantas memastikan, sesuai 'Salus Populi Suprema Lex Esto' dimana keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi itu merupakan pedoman Polri dalam menjalankan tugas.  

Sebelumnya, operasi kegiatan ini dibalut dengan Operasi Aman Nusa yang diawali dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan guna mengecek kesiapsiagaan Polri, TNI dan instansi terkait di Mapolres Salatiga. 



 

Penulis : ern
Editor   : edt