PPKM Darurat, BI Tegal Tiadakan Layanan Penukaran Uang Rusak


Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal. Foto. Dok/ero

TEGAL, WAWASANCO - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI)  Tegal, M. Taufik Amrozy menegaskan, ada layanan kas yang ditiadakan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yaitu Layanan Penukaran Uang Rusak setiap Kamis dan Layanan Klarifikasi Uang Yang Diragukan Keasliannya.

"Peniadaan layanan kas tersebut berlaku mulai 1 Juli 2021. Selanjutnya, kegiatan operasional Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), dan Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP) disesuaikan jamnya dengan menutup layanan lebih cepat," papar Taufik dalam siaran persnya, Senin (5/7).

Kemudian, lanjutnya, kegiatan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) layanan transfer dana dari semua sembilan kali dalam sehari menjadi delapan kali. Penyesuaian layanan BI-RTGS, BI-SSSS, BI-ETP, dan SKNBI tersebut berlaku sejak 2 Juli 2021.

"Bank Indonesia Tegal berkomitmen untuk melaksanakan kebijakan Kantor Pusat Bank Indonesia dengan memastikan terselenggaranya layanan sistem pembayaran yang aman, lancar, andal, dan efisien, serta memastikan ketersediaan uang Rupiah di masyarakat melalui koordinasi dengan perbankan untuk menjamin kelancaran transaksi ekonomi," katanya.

Ia menambahkann,  Bank Indonesia Tegal akan menyesuaikan kembali waktu layanan seiring dengan kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19.
 
Dijelaskan, BI Tegal mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan memberlakukan 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas, dan menggunakan pembayaran nontunai/QR Code Indonesian Standard (QRIS).
"Selama pengetatan PPKM Darurat,  masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak perlu panik," pungkas Taufik.



 

Penulis : ero
Editor   : edt