Komitmen Implementasi ISO 45001:2018, FT Undip Gelar Audit Internal K3 secara Online


KOMITMEN : Komitmen Pimpinan Fakultas dan Departemen dalam menerapkan K3 di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, disela rapat sosialisasi parameter pengukuran pencapaian kinerja dalam implementasi K3, secara daring di Semarang, Senin (5/7/2021).

SEMARANG, WAWASANCO - Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan cenderung meningkat, Fakultas Teknik Undip tetap konsisten untuk mengawal implementasi ISO 45001:2018, terkait pelaksanaan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan kampus Fakultas Teknik. 

"Kegiatan ini merupakan perwujudan dan komitmen Fakultas Teknik dalam menerapkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman bagi dosen, tendik, mahasiswa maupun pihak ketiga yang bekerja di lingkungan kampus," papar  Dekan Fakultas Teknik Prof. Ir. M. Agung Wibowo, disela arahan dalam rapat sosialisasi parameter pengukuran pencapaian kinerja dalam implementasi K3, secara daring di Semarang, Senin (5/7/2021).

Pihaknya pun berharap dengan pelaksanaan Sistem Manajemen K3, dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan mencegah efek menurunnya dejarat kesehatan karena lingkungan kerja untuk jangka panjang.

"K3 merupakan iconic bagi Fakultas Teknik Undip. Tidak hanya sebatas dokumen atau portofolio saja, namun juga harus terbentuk menjadi mindset, menjadi jiwa bagi civitas akdemika Fakultas Teknik. Dengan demikian, nantinya ketika para mahasiswa sudah lulus dan memasuki dunia kerja, mereka tidak canggung lagi dengan penerapan K3 di dunia kerja," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan, Wakil Dekan Sumberdaya, Dr. Abdul Syakur. Dijelaskan bahwa, implementasi K3 di lingkungan Fakultas Teknik Undip ditandai dengan keberhasilan fakultas tersebut, memperoleh ISO 45001:2018 pada awal tahun 2021. 

"K3 ini sangat penting, sehingga meski saat ini pandemi, namun tetap kita lakukan audit internal secara online. Pada audit internal ini, penilaian penerapan K3 dinilai melalui 15 indikator penilaian pada tingkat awal, 25 indikator pada tingkat menengah, dan 35 indikator pada tingkat lanjutan," paparnya.

Dijelaskan, sSetiap indikator dinilai dengan parameter yang terukur, dengan skala penilaian A hingga E. "Saat ini diharapkan setiap departemen di Fakultas Teknik dapat menerapkan K3 dengan capaian minimal 80%," lanjut Abdul Syakur. 

Di sisi lain, kegiatan sosialisasi terkait penerapan K3 di lingkungan Fakultas Teknik terus dilakukan dalam bentuk HSE Talks/Bincang K3, pemasangan banner, poster, stiker dan tanda-tanda penunjuk sebagai media komunikasi K3. 

"Dengan media sosialisasi yang masif, diharapkan terdapat peningkatan pemahaman tentang potensi bahaya di sekitar lingkungan kerja, pengenalan berbagai peralatan yang mendukung keberhasilan pelaksanaan K3, peningkatan keterlibatan civitas akademik dalam melaporkan setiap insiden K3, serta secara bertahap membentuk mindset akan kebutuhan aspek keselamatan dan kerja di setiap tempat kerja," tandasnya. 

Sementara itu, Koordinator K3 Fakultas Teknik, Dr. Manik Mahachandra, menuturkan bahwa Audit Internal K3 tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya mengingat keadaan pandemi, sehingga audit akan dilaksanakan secara daring. 

"Rangkaian kegiatan audit dimulai Senin(5/7/2021), yang diawali dengan pertemuan awal audit, dimana auditor menjelaskan maksud dan tujuan audit serta tata cara penilaian audit. Kegiatan penilaian secara mandiri yang terdiri dari 15 indikator penilaian, dilakukan melalui aplikasi berbasis web oleh koordinator K3 di masing-masing departemen selama satu minggu, hingga Jumat, 9 Juli 2021," paparnya.

Diungkapkan, penilaian terhadap 15 indikator itu harus disertai dengan bukti empiris berupa dokumen, foto ataupun video. 

"Verifikasi penilaian oleh auditor akan dilakukan dalam tahap pelaksanaan audit, yaitu pada 12-14 Juli 2021. Setelah dilakukan pertemuan penutup, maka auditor dan auditee akan menyusun rencana tindak lanjut atas setiap temuan audit, sebagai upaya perbaikan berkelanjutan pelaksanaan K3 di Fakultas Teknik. Terakhir, penghargaan akan diberikan bagi departemen yang mendapatkan penilaian audit terbaik," urainya secara lengkap.

Dalam kesempatan rapat tersebut, semua pimpinan fakultas dan departemen berkomitmen untuk melaksanakan K3 dan menunjukkan simbol jari Zero Accident yang artinya sebuah harapan mengurangi resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja, hingga terwujudnya kondisi yang aman, sehat, dan nyaman di tempat kerja. 
 

 

Penulis : arr
Editor   : edt