Lakukan Penyekatan, Polres Putar Balik Sejumlah Mobil


Petugas gabungan Polres Demak dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Demak saat menanyakan surat tugas pengendara mobil dari luar kota yang terjaring operasi penyekatan lalulintas dalam rangka PPKM darurat. Foto : sari jati

DEMAK, WAWASANCO- Sejumlah mobil berplat nomor polisi luar Demak terpaksa putar balik saat berniat masuk jalur kota, Selasa (6/7). Menyusul kegiatan penyekatan lalulintas oleh tim gabungan Satlantas Polres Demak dan instansi terkait, dalam rangka mendukung kebijakan PPKM darurat di Jawa - Bali diagendakan pada 3-20 Juli.

Tindakan tegas putar balik diterapkan karena pengemudi gagal menunjukkan surat tugas dari perusahaan, atau surat keterangan perjalanan dinas. Di samping tidak memiliki  pula kartu atau sertifikat telah melaksanakan vaksinasi.

Waka Polres Demak Kompol Johan Valentino Namuru didampingi Kasatlantas AKP Fandy Setiawan menjelaskan, PPKM darurat dilaksanakan karena status Kabupaten Demak sebagai wilayah zona merah yang masuk kelompok level 3. Sehubungan itu Polres sebagai bagian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Demak melaksanakan patroli sekala besar mendasar pada SE Bupati Nomor 440.I / 27 tahun 2021 tentang PPKM darurat covid-19 di Kabupaten Demak.

"Yakni dengan menyisir seluruh tempat mulai dari toko-toko, utamanya warung makan agar melaksanakan himbauan SE Bupati Nomor 27/2021. Sebab sejauh ini masih banyak warung melayani pembeli yang makan di tempat. Maka tugas kami memberikan edukasi agar nantinya penjual dan pembeli melakukan transaksi 'take away' ataupun 'delivery order' saja atau bungkus untuk di makan di rumah," terangnya.

Sedangkan mengenai penyekatan lalulintas, rutin dilaksanakan di titik-titik jalur masuk Demak. Seperti persimpangan Bogorame untuk memfilter kendaraan-kendaraan luar kota dari arah Sayung menuju area kota, Jebor untuk mencegat kendaraan dari arah Kudus, dan batas Mranggen untuk kendaraan yang melintasi Demak selatan.

"Mereka yang terjaring akan kami tanya tujuan apa kemana, serta diperiksa surat-surat tugasnya, KTP, sertifikat vaksinasi dan lebih utama lagi ketaatan pada standar protokol kesehatan. Meski berkendara mobil, pengenaan masker dan batasan jumlah penumpang wajib dilakukan," imbuh Wakapolres Johan.

Selain itu, ada tujuh titik penyekatan yang mulai tutup mulai pukul 14.00 hingga 06.00 pada hari kerja atau 'week day'. Serta tutup 24 jam pada 'week end' yakni Sabtu dan Minggu. Ketujuk titik tersebut adalah jalur menuju Simpang Enam Alun-alun Demak.

Mengenai masyarakat yang melanggar, edukasi dan himbauan yang bersifat humanis lebih diprioritaskan. Namun sekiranya menolak himbauan, sanksi tegas sesuai SE Bupati diberlakukan. 

"Jika perlu swab antigen di tempat, seperti kami terapkan pada pengendara sepeda motor tak bermasker yang menolak diberhentikan tadi," tandas Wakapolres Johan. 

Penulis : ssj
Editor   : edt