Polres Demak Bekuk Tersangka Percobaan Penculikan


DEMAK, WAWASANCO- Aksi kriminalitas kini semakin beragam modusnya. Seperti terjadi di wilayah hukum Polres Demak Juni lalu. Berawal perkenalan lewat media sosial, perjalanan Kuncup (15) - bukan nama sebenarnya, berakhir dengan permintaan tebusan Rp 10 juta oleh tersangka Joko Ariyanto (22) kepada keluarga korban.

Pada pers rilis di Pendapa Parama Satwika Polres Demak, Kapolres AKBP Andhika Bayu Additama melalui Kasat Reskrim AKP Agil Widiyas Sampurna mengungkapkan, percobaan penculikan itu bermula saat Kuncup berkenalan dengan Joko Arianto yang warga Grobogan itu melalui FB. Sekira dua minggu,  keduanya janjian bertemu.

"Kepada orang tuanya Kuncup pamit akan mendaftar sekolah di salah satu SMA di Kecamatan Dempet. Namun di jalan remaja putri beralamat di Desa Balerejo Dempet itu dijemput tersangka, dan berboncengan sepeda motor ke arah Grobogan," kata Kasat Reskrim Agil, Rabu (7/7).

Karena hingga malam tak kunjung pulang, orang tua Kuncup kebingungan. Sejumlah teman korban ditanya, akan tetapi tak satu pun memberikan informasi dibutuhkan. Sementara HP korban tak bisa dihubungi, baik melalui telpon maupun  WA.

Hingga pada keesokan harinya, ada jawaban dari WA korban ditujukan kakaknya yakni Hidayatun Nasihat (18). Pesan itu berbunyi, "nak pengen adimu bali omah selamet siapno duwet 10 juta". 

Mendapatkan pesan bernada permintaan tebusan, keluarga Kuncup langsung melaporkannya ke Mapolres Demak. Setelah dilakukan penyisiran dan pengembangan dari keterangan sejumlah saksi,  dua hari kemudian ditemukan jejak keberadaan Kuncup dan tersangka di sebuah hotel di Grobogan.

Tanpa membuang waktu penyergapan dilakukan. Tersangka pun tak dapat mengelak saat personel Satreskrim membekuknya, dengan ancaman penjara tujuh tahun sebagaimana  pasal 332 ayat 1 KUHP tentang melarikan perempuan di bawah umur.

Kepada petugas penyidik tersangka berdalih meminta tebusan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebab meski mengaku mahasiswa kepada korban, sebenarnya tersangka hanya lah pengangguran. 

Penulis : ssj
Editor   : edt