Ribuan Warga Ikuti Vaksinasi di Unimus Sentra Vaksin Covid-19

  • Pendaftaran Offline Masih Dibuka

MENINJAU : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, bersama Rektor Unimus Prdf Dr Masrukhi MPd, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam saat meninjau pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal covid-19 di kampus Unimus, Kedungmundu Semarang, Selasa (13/7/2021).

SEMARANG, WAWASANCO - Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bekerjasama dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yang didukung oleh Dinas Kesehatan Jateng dan Kota Semarang, mulai menggelar kegiatan vaksinasi covid-19 bagi masyarakat umum di kampus Kedungmundu Semarang, Selasa (13/7/2021).

Tercatat sebanyak 3.500 warga Kota Semarang  dan sekitarnya, terjadwal mengikuti vaksinasi covid-19 yang digelar selama empat hari tersebut, 13-16 Juli 2021.

" Pada kesempatan ini, kami atas nama Pemerintah Kota Semarang mengucapkan terimakasih secara khusus untuk MCCC maupun kepada keluarga besar Muhammadiyah, khususnya Unimus Semarang. Ada sebanyak 3.500 warga yang akan divaksin hingga tiga hari kedepan, tentu ini menjadi upaya kita dalam mempercepat capaian dan pelaksanaan vaksinasi covid-19," papar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, disela tinjauan pelaksanaan kegiatan.

Dipaparkan, dalam pelaksanaan vaksinasi di Unimus tersebut, seluruh vaksin yang digunakan disediakan langsung oleh Kemenkes RI.

"Ini yang patut kita lebih apresiasi lagi, seluruh vaksin yang digunakan disediakan langsung oleh Kemenkes Ri, tidak menggunakan stok vaksin yang ada di Kota Semarang, sehingga vaksin yang kita ada, bisa digunakan ke penerima yang lain. Artinya akan ada semakin banyak warga Kota Semarang yang akan menerima vaksin," tambahnya.

Hendi, panggilan akrab Wali Kota Semarang, menuturkan dari 1,7 juta warga Semarang, saat ini baru sekitar 520 ribu warga yang sudah divaksin.

"Jadi mungkin masih sekitar 35 %. Artinya separuh dari Herd Immunity yang ingin kita raih. Untuk itu, kami mendukung organisasi kemasyarakatan, maupun tokoh-tokoh yang ada di Kota Semarang, termasuk Institusi polisi, TNI yang mengadakan vaksin untuk warga Semarang ini sangat luar biasa sekali. Saya ucapkan terima kasih, mudah-mudahan menjadi keberkahan dan menjadikan bagian dari Semarang yang semakin sehat, Jawa Tengah yang semakin sehat dan Indonesia yang semakin sehat," tandasnya.

Di satu sisi, Wali Kota juga berpesan bahwa mereka yang sudah divaksin, bukan berarti kebal terhadap covid-19. Untuk itu, harus tetap menerapkan protokol kesehatan, termasuk disiplin memakai masker, menjaga jarak , tidak berkerumun dan sering mencuci tangan dengan sabun.

Sementara, Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd menyampaikan bahwa vaksinasi covid-19 tersebut, menjadi salah satu dukungan kampus Unimus, dengan bekerjasama dengan MCCC PP Muhammadiyah dan Kemenkes, untuk mempercepat vaksinasi covid-19, khususnya di Kota Semarang.

”Respon masyarakat untuk ikut vaksinasi covid-19 sangat tinggi, dari pendaftaran online yang sudah dilakukan, peminatnya mencapai 3.512 orang. Belum lagi yang mendaftar melalui puskesmas, kelurahan, RT/RW di sekitar kampus Unimus," terangnya.



Melihat antusiasme yang tinggi tersebut, pihaknya pun masih membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendaftarkan diri secara offline, dengan datang ke lokasi vaksinasi.

"Nanti akan dibantu panitia, dalam melakukan pendaftaran. Stok vaksin yang ada saat ini sekitar 3.600. Namun jika kekurangan, kita siap menambah. Bahkan tadi dari TNI/Polri juga menyampaikan siap membantu menyediakan, jika memang akan ditambah," tandas Prof Masrukhi.

Lebih jauh dijelaskan, vaksinasi juga sebagai upaya dan ikhtiar bersama antara masyarakat dan Pemerintah khususnya kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah,  untuk melakukan Akselerasi Vaksinasi, maka Unimus sebagai bagian Jawa Tengah turut serta dalam melakukan hal yang berguna dan bermanfaat untuk masyarakat melalui vaksinasi.

Rektor menambahkan, peran serta Unimus , bukan cuma penyelenggaraan vaksinasi  massal, namun juga memfasilitasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat yang bertempat di Wonolopo Mijen Semarang, untuk dijadikan sebagai rumah isolasi bagi warga.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua MCCC PP Muhammadiyah Divisi Rumah Sakit Muhammadiyah / Aisyiyah dr. Ekorini Listiowati, juga menyampaikan apresiasi kepada Unimus karena jumlah peserta vaksinasi melebihi dari target semula 2.500 orang.

"Vaksinasi merupakan upaya kolektif untuk mencapai kekebalan komunitas. Sampai saat ini sudah ada 66 rumah sakit dan klinik Muhammadiyah yang melaksanakan vaksinasi dengan peserta ada sekitar 130 ribu orang. Ini vaksinasi yang ke-27 dan kurang lebih sudah 40 ribu jiwa yang ikut vaksinasi massal ini,” pungkasnya.

Penulis : arr
Editor   : edt