Selama Pemadaman LPJU, Perusahaan di Salatiga Dipersilahkan Ajukan Pengawalan 


PATROLI : Forkopinda se-Salatiga saat  memantau pemadaman LPJU di Salatiga. Foto : Ernawaty

SALATIGA,WAWASANCO- Kapolres Salatiga AKBP Rahmat Hidayat mengimbau kepada pelaku usaha skala besar di Salatiga tak perlu segan mengajukan pengawalan Kepolisian selama diterapkannya pemadaman Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).

"Jika ada perusahaan yang ingin mengajukan pengawalan, bisa mengajukan ke Porles Salatiga kami akan diberi pengawalan khusus hingga barang datang sampai Salatiga, terutama yang melakukan perjalanan malam," ungkap Kapolres saat ditemui di Patimura, Salatiga, Jumat (16/7). 

Langkah ini dilakukan diakuinya bagian dari pelayanan pihak keamanan, mengingat kendaraan dari perusahaan esensial dan kritikan tak jarang banyak menggunakan perjalanan malam untun arus keluar masuk barang. 

"Jika khawatir dengan tindak kriminalitas saat pemadaman LPJU, silakan kalau perlu pengawalan  Jika ada kendala di jalan atau di lapangan kita siap memberikan pengawalan," tandasnya. 

Ia pun memberikan contoh saat pengawalan truk tangki oksigen bagi pemenuhan kebutuhan di RSUD Salatiga. 

"Kita saat ini berpacu dengan waktu. Kegiatan malam, akan terus dilakukan pengawasan khususnya saa lampu jalan dipadamkan," imbuhnya.

Sementara, mengantisipasi tindak kriminalitas selama pemberlakuan pemadaman Penerangan Jalan Umum (PJU), Polres Salatiga gencar melakukan patroli skala besar. 

"Patroli skala besar ini langkah antisipasi kita selama pemadaman PJU yang dimulai malam ini. Sedikit, sekali patroli kita terjunkan 100 personil hingga jajaran Polsek," tandasnya. 

Kapolres kembali minta semua pihak untuk menerapkan dan mematuhi aturan yang ada selama PPKM Darurat diberlakukan.  

Pihaknya akan terus mengedepankan dan menerapkan komunikasi yang humanis dan edukatif karena kesadaran masyarakat.

Sementara, meski dilakukan pemadaman temuan di lapangan bahwa meski sasaran jalan yang dilakukan pemadaman masih ada beberapa titik yang bocor mendapatkan penerangan dari ruas jalur listrik berbeda.

Hal ini bahkan diketahui langsung Wali Kota Salatiga Yuliyanto, SE., MM, beserta Forkopimda dan OPD saat melaksanakan pantauan yang diawali meninjau Pasar Blauran dan Jalan Jenderal Sudirman. 

Rute pemantauan dimulai dari Rumah Dinas Wali Kota, jalan Pemuda, Jalan Buk Suling , Pasar Blauran, Jalan Pahlawan, Kompleks Shoping Center, Terminal Angkot, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan A. Yani, Jalan Osamaliki, Jalan Imam Bonjol, Jalan Lingkar Selatan (JLS), Jalan Diponegoro, dan diakhiri di Rumah Dinas Wali Kota.

Di sepanjang titik pemberhentian rombongan memberkan edukasi dan peringatan kepada warga yang masih berkerumun. Di Pasar Raya I Kapolres Salatiga dan Kadinas Perdagangan meminta penjual makanan untuk segera menutup lapak dagangan. Rombongan pun menunggu hingga tenda usai dibongkar.

Di Pasar Banyu Putih kejadian sama dialami oleh penjual nasi goreng, meski sedang ramai pengunjung tetap diminta untuk ditutup dan pengunjung diminta pulang

Selain rombongan wali kota dan forkopimda, Satpol PP, TNI, dan Polri juga melakukan operasi  terhadap warung dan toko di daerah pinggiran yang memungkinkan terjadinya kerumunan. 

Di Jalan Imam Bonjol tim melakukan pembubaran di sebuah warung makan, sedang di wilayah Tingkir tim meminta tutup beberapa warung 'nasi kucing' yang hingga pukul 22.00 masih buka.

 

 

Penulis : ern
Editor   : edt