Bantu Mahasiswanya yang Covid-19, Warga Unsoed Hidupkan Rumah Isolasi Bahagia


Rumah Isolasi Bahagia (Risoba) yang disiapkan Warga Unsoed bagi mahasiswanya yang positif Covid-19. (Foto :Joko Santoso)

PURWOKERTO, WAWASANCO- Pada masa pandemi Covid-19 tidak ada yang bisa menjadi tak peduli terhadap situasi orang lain, dalam menghadapi dunia yang saling bergantung. Di tengah kesulitan akibat pandemi, sejumlah inisiatif bermunculan untuk membantu kesulitan mereka yang terdampak yaitu perlunya adaptasi dan inovasi di segala bidang serta kesigapan mengendalikan penularan sangat dibutuhkan agar kita bisa bertahan melewatinya, di antaranya pandemi membuka peluang baru yang selama ini tak terpikirkan yakni RISOBA dengan Rumah Susun Mahasiswa Unsoed. Solidaritas menjadi kunci untuk kelangsungan hidup bagi semua. "Tidak ada yang aman sampai semua orang aman," ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi pemaparan Sekretaris Tim Pendampingan AKB Unsoed Dyah Susanti,SP.,MP.

Penanggulangan Covid-19 menurut Dyah Susanti,SP.,MP. tak lagi hanya cukup dilakukan oleh masing-masing pihak. Kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi pandemi yang terus berlangsung dan belum jua berujung. Sejak akhir tahun 2020, saat terjadi puncak pandemi pertama di Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Banyumas dan sekitarnya, Tim Pendampingan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang mendapat tugas dari rektor untuk menjalankan peran dan fungsi Satgas Covid-19 Unsoed, telah menginisiasi lahirnya konsep Rumah Isolasi Bahagia (RISOBA) Unsoed. Konsep Risoba yang digagas oleh dr. M. Zaenuri Syamsu Hidayat,Sp.KF.,M.Si.Med., Eri Wahyuningsih, S.Ked.,M.Kes., Dr.dr.Dody Novrial,Sp.PA.,M.Si.Med., Dyah Susanti,SP.,MP., Dr.Sos.Waluyo Handoko,SIP.,M.Sc dan Hermawan Prasojo,SH.,MH. sebagai Tim Pendampingan AKB Unsoed ini bertujuan memfasilitasi mahasiswa Unsoed yang menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif Covid-19 tetapi tidak memungkinkan dilaksanakan di rumah, bahkan di rumah kost karena berbagai hal, terutama untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 di tempat tinggal kasus positif. Rumah Isolasi Bahagia Unsoed berusaha menghadirkan tempat isolasi yang kondusif bagi proses pemulihan infeksi Covid-19 yang tidak hanya nyaman secara fisik akan tetapi juga terpantau dari aspek klinis, logistik, dan kondusif secara psikologis.

Dyah Susanti,SP.,MP. menjelaskan bahwa lonjakan penularan Covid-19 di bulan Juni 2021 mendorong dihidupkannya konsep Rumah Isolasi Bahagia (Risoba) Unsoed. Fasilitas di Risoba Unsoed disediakan oleh Unsoed dan dikoordinasi oleh Badan Pengelola Usaha (BPU) Unsoed. Risoba memanfaatkan Rumah Susun Mahasiswa Unsoed yang kosong selama pandemi, gedung dilengkapi dengan fasiltas dan peralatan yang diperlukan mahasiswa terkonfirmasi positif Covid-19 dalam menjalani isolasi. Penyediaan logistik, khususnya dalam penyediaan konsumsi bagi penghuni Risoba Unsoed bersumber dari donasi warga Unsoed, alumni, dan masyarakat umum dalam berbagai bentuk. Kebersamaan yang tergalang dari berbagai pihak, menghidupkan konsep yang telah digagas lama ini, dan memberi manfaat besar bagi civitas akademika Unsoed, khususnya mahasiswa yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Selanjutnya Dyah Susanti,SP.,MP. mengatakan selama di Risoba Unsoed yang diketuai oleh Dr.Tyas Retno Wulan,SSos.,MSi. (Dosen FISIP Unsoed), mahasiswa yang menjalani isolasi mendapatkan pendampingan kesehatan secara daring (online) dari tim monitoring kesehatan Unsoed, yang terdiri dari dokter, perawat, dan psikolog yang dikoordinasi oleh Annas Sumeru, S.Kep,Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.MB. Jika dalam masa isolasi terdapat penghuni yang mengalami penurunan kondisi kesehatan, tim pendamping monitoring kesehatan melalui Tim Pendampingan AKB Unsoed berkoordinasi dengan rumah sakit dan Dinas Kesehatan Banyumas untuk penanganan lebih lanjut.

Dyah Susanti,SP.,MP. menambahkan bahwa secara umum, kasus positif yang menjalani isolasi di lingkungan yang kurang mendukung akan merasakan kekhawatiran menularkan kepada sesama penghuni tempat tinggal, kesulitan mendapatkan akses edukasi yang memadai dan pemantauan kesehatan, perasaan kesendirian, juga adanya stigma negatif sesama penghuni tempat tinggal maupun masyarakat di sekitarnya menjadikan tekanan secara psikologis. Kondisi ini berdampak negatif terhadap proses pemulihan kasus positif. Keberadaan Risoba Unsoed menjawab permasalahan terseut. Pesimisme, rasa kesendirian dan berbagai kekhawatiran yang dialami saat menjalani isolasi mandiri, dengan aktivitas di Risoba Unsoed berubah menjadi optimisme dan motivasi, saling menguatkan untuk segera pulih.
Kebersamaan warga Unsoed dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung operasional Risoba diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan kapasitas Risoba Unsoed hingga akhir masa pandemi, sebagai bentuk kontribusi warga Unsoed dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt