Sukses Tanpa Kendala, 11.718 Peserta Ikuti UTBK di Unnes


MEMAPARKAN : Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman melalui daring zoom pada rapat evaluasi kegiatan semester pertama tahun 2021, Senin, (19/7/2021).

SEMARANG, WAWASANCO - Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjadi salah satu pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) tahun 2021. Hasilnya, pelaksanaan UTBK tersebut berjalan sukses dan lancar. Hal tersebut disampaikan Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman melalui daring zoom pada rapat evaluasi kegiatan semester pertama tahun 2021, Senin, (19/7/2021).

“Pelaksanaan UTBK di Unnes terbagi di tiga titik yaitu gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M), Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3), dan Perpustakaan Lama. Semuanya berjalan dengan sukses dan tanpa kendala berarti. Pelaksanaan UTBK pada  dua gelombang, yakni gelombang 1 pada 12 hingga 18 April 2021, serta gelombang 2 dilaksanakan pada 26 April hingga 2 Mei 2021 lalu dilakukan dengan protokol kesehatan yang cukup ketat,” terangnya.

Sementara, Wakil Rektor Bidang Akademik Unnes, Prof Dr Zaenuri MSi mengatakan, dalam pelaksanaan UTBK-SBMPTN yang telah dilaksanakan Unnes senantiasa mengedepankan keselamatan bersama dalam serangkaian pelaksanaan kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2021. Hal ini dilakukan mengingat belum berakhirnya masa pandemi Covid-19 dan mencegah penyebaran covid-19. 

“Kita telah  menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Pada pelaksanaan UTBK beberapa waktu lalu 490 unit komputer utama dan 80 unit komputer cadangan dapat digunakan dengan lancar oleh sekitar  11.718 peserta,” kata Prof Zaenuri. 

Peserta UTBK-SBMPTN di UNNES terdiri atas kategori  Saintek sebanyak 4.089, Soshum 6.837, dan Campuran 792 peserta rata-rata kehadiran peserta UTBK sekitar 96%. 
Pada UTBK 2021  Unnes  telah menyiapkan tiga gedung dengan 23 ruangan. Yakini gedung LP3 sebanyak 8 ruang dengan kapasitas 170 peserta, gedung LP2M sebanyak 2 ruang dengan kapasitas 60 peserta, dan gedung Kearsipan sebanyak 13 ruang dengan kapasitas 260 peserta.

“Pelaksanaan UTBK Unnes menggunakan ruangan sendiri, tidak meminjam gedung dari perguruan tinggi lain atau sekolah-sekolah di sekitar kampus. Cara ini sangat efisien dari segi biaya. Tentunya, kegiatan ini terselenggara atas kerja sama berbagai pihak, mulai dari internal Unnes, Pemkot Semarang, hingga Pemprov Jawa Tengah,” ujarnya. 

Hal senada juga disampaikan Ketua Satgas Covid-19 Unnes, Dr dr Yuni Wijayanti M Kes. Dijelaskan, pelaksanaan UTBK di Unnes telah mematuhi  segi protokol kesehatan, , setiap ruangan serta kelengkapan ujian yang digunakan telah disterilisasi terlebih dahulu dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

"Peserta dan petugas, telah melaksanakan protokol kesehatan dengan benar. Ruangan tes memiliki sirkulasi udara yang baik dan telah dilakukan desinfeksi area. Untuk meminimalisasi kontak fisik, dilakukan antrian berjarak satu meter sehingga tidak terjadi kerumunan massa. Selain itu, disediakan kursi tunggu berjarak, serta jalur masuk dan keluar ruang tes yang berbeda," ungkapnya.

Screening peserta juga dilakukan dengan mengecek suhu tubuh, menggunakan thermo gun. Apabila ada peserta yang memiliki suhu tubuh melebihi 37,3 derajat celcius akan diobservasi oleh tim medis di ruang isolasi.

"Setiap gedung yang digunakan untuk tes UTBK disediakan satu ruang isolasi. skrining kesehatan bagi petugas UTBK-SBMPTN telah dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan oleh dokter dan tes Rapid antigen di Pusat Layanan Kesehatan Unnes. Jadi secara keseluruhan, Alhamdulillah pelaksanaan UTBK  berjalan dengan aman dan benar sesuai SOP protokol kesehatan," pungkasnya. 

Penulis : arr
Editor   : edt