PT SCI Serahkan Bantuan bagi Warga Terdampak PPKM Darurat di Salatiga


MENYERAHKAN : Dua petinggi PT SCI, General Manager Gregorius Djap serta Division Head Kyung Moon Min saat menyerahkan bantuan beras dan diterima Wali Kota Salatiga Yuliyanto, didampingi Forkopinda se-Salatiga, di Pendopo Bung Karno, Kompleks DPRD Salatiga, Senin (19/7). Foto: Ernawaty

SALATIGA WAWASANCO. Produsen sepatu berkelas dunia Nike, Eagle dan Converse bercokol di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) menyerahkan bantuan kontainer beras dipertunjukkan bagi warga Salatiga terdampak PPKM Darurat melalui Pemkot Salatiga, Senin (19/7). 

Dua petinggi PT SCI, General Manager Gregorius Djap serta Division Head Kyung Moon menyerahkan langsung kepada Wali Kota Salatiga Yuliyanto, didampingi Forkopinda se-Salatiga, di Pendopo Bung Karno, Kompleks DPRD Salatiga. 

"Untuk bantuan pertama ini kami menyerahkan beras dua ton serta satu kontainer mie instan," kata Unit Head Legal & Compliancer PT SCI, Arron Unas kepada wartawan usai penyerahan. 

Perusahaan Penanaman Modal Asing yang berdiri sejak tahun 2016 dan bergerak di bidang industri sepatu yang dikhususkan untuk ekspor itu, selanjutnya akan menyiapkan bantuan tahap berikutnya. 

"Untuk bantuan tahap selanjutnya kami akan terus berkoordinasi dan melihat kebutuhan Pemkot Salatiga. Butuhnya apa akan kita jalin kerjasama berikutnya, tapi bentuknya selanjutnya apa kami belum dapat menyampaikan," tandasnya. 

Bantuan yang diberikan PT SCI sebagai upaya ikut terlibat langsung dalam penanganan masyarakat terdampak Covid-19 khususnya selama PPKM Darurat. 

Diakui Arron, anak perusahaan dari KMK Group yang berpusat di Tangerang ini sebelumnya juga sudah lebih dahulu membantu masyarakat terdampak Covid-19 di sekitar perusahaan melalui tingkat Kelurahan dan Kecamatan. 

Terkait situasi perusahaan, pihaknya menegaskan hak-hak karyawan seluruhnya terpenuhi sebagai upaya mendukung program Pemerintah pusat dan daerah dimasa PPKM Darurat. 

Arron menambahkan sejauh ini PT SCI tidak ada yang mem PHK karyawannya selama PPKM Darurat. Bahkan, sistem kerja dengan kategori perusahaan kritikal berskala ekspor itu tetap menerapkan aturan pemerintah.

 

 

Penulis : ern
Editor   : edt