Percepat Herd Immunity, UMP Bekerja Sama Kemenkes Siap Lakukan Vaksinasi Massal


Rektor UMP dr Jebul Suroso didampingi Wabup Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberikan keterangan pers terkait persiapan pelaksanaan vaksinasi massal gratis. (Foto :Joko Santoso)

BANYUMAS, WAWASANCO- Sampai saat ini masyarakat Kabupaten Banyumas yang sudah menyelesaikan vaksinasi hingga dosis ke dua masih di bawah 10 persen. Sehingga Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tergerak untuk memberikan vaksin gratis bagi masyarakat.

Rektor UMP, Dr Jebul Suroso mengatakan, vaksin gratis ini terselenggara atas kejasama UMP dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).  Pemberian vaksin terbuka untuk semua kalangan, yang terpenting adalah warga Kabupaten Banyumas. Tujuannya juga untuk mempercepat terciptanya herd immunity.

 

“UMP sebagai kampus kemanusiaan mengambil peran untuk turut serta mensukseskan program vaksinasi, karena itu kita berkomunikasi dengan Kemenkes dan mendapatkan alokasi 5.000 vaksin. Jika vaksin tahap pertama ini sukes, maka kita akan lakukan lagi tahap kedua,” katanya, Senin (26/7/2021).

Dr Jebul menyampaikan, untuk pelaksanaan vaksinasi tersebut, pihaknya membutuhkan suport dari Pemkab Banyumas. Mulai dari adanya petugas kesehatan, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait teknis pelaksanaan dan lainnya.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menyampaikan apresiasinya terhadap UMP. Menurutnya, saat ini Banyumas memang membutuhkan vaksin dalam jumlah besar, mengingat sampai dengan sekarang yang sudah menyelesaikan vaksinasi hingga dosis kedua baru sekitar 112 ribu penduduk. Jumlah tersebut tidak sampai 10 persen dari total warga Banyumas.

“Dari data Dinas Kesehatan, jumlah masyarakat Banyumas yang sudah menjalani vaksin hingga dosis kedua baru 112.593 orang dan yang baru vaksin tahap pertama ada 167.652 orang. Jadi jumlahnya masih sangat sedikit, padahal vaksin merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan imunitas di tengah pandemi ini,” kata Wabup.

Terkait pelaksanaan vaksin di UMP, Sadewo menekankan agar tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam pelaksanaan vaksinasi. Jangan sampai menimbulkan kerumunan dan sebaiknya undangan vaksin diberikan setelah vaksin datang. “Dari pengalaman yang sudah-sudah, pernah ada salah satu BUMN akan mendapatkan puluhan ribu vaksin, sehingga dibuka pendaftaran dalam jumlah banyak, Namun, ternyata jumlah vaksin yang datang tidak sampai puluhan ribu, begitu pula dengan waktu pelaksanaan, sebaiknya menunggu vaksin sudah datang baru undangan disampaikan. Jangan sampai masyarakat sudah datang, namun vaksinnya datang terlambat,” ungkapnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt