Gandeng UPGRIS, Kominfo Gelar Roadshow Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital


MEMAPARKAN : Rektor UPGRIS Dr Muhdi, bersama moderator dan Koordinator Startup Digital Direktorat Pemberdayaan Informatika Kominfo Sonny Sudaryana, dalam Road Show Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital, yang digelar secara daring, Senin (26/7)

SEMARANG, WAWASANCO - Saat ini ada sekitar 202.6 juta pengguna internet dan 98.2% merupakan pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu modal bagi Indonesia untuk mengembangkan e-commerce dan bisnis berbasis teknologi digital di Tanah Air. Termasuk untuk menciptakan entrepreneur nation dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Pemerintah sudah mendeklarasikan visi 'Indonesia Digital Nation 2025', dengan salah satu target transformasi digital yaitu mencetak 5 ribu startup. Sejalan dengan visi tersebut, Kementerian Komunikasi dan  Informatika (Kominfo) bersama dengan para penggerak ekosistem digital, menginisiasi Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah kewirausahaan ekonomi digital di indonesia," papar Koordinator Startup Digital Direktorat Pemberdayaan Informatika Kominfo, Sonny Sudaryana.

Hal tersebut disampaikannya, dalam kegiatan Roadshow Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital, kerjasama antara Kominfo dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), yang digelar secara daring, Senin (26/7/2021).

"Gerakan ini ditargetkan dapat membuat adanya kesempatan yang sama bagi calon startup founder di seluruh penjuru Indonesia, untuk terhubung pada ekosistem startup digital," terangnya.

Ditandaskan, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital menjadi langkah awal untuk menciptakan masa depan ekonomi digital Indonesia, yang akan mengubah nasib
bangsa. 

"Gerakan ini ingin menciptakan banyak perusahaan rintisan berbasis digital yang akan mentransformasi Indonesia menjadi negara maju dengan anak muda sebagai motor penggeraknya," tandasnya.

Tercatat, sejak dicanangkan pada 2016 lalu, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sudah menjaring lebih dari 85.000 calon startup founder, dan menghasilkan lebih dari 1.160 startup. Program tersebut juga telah melibatkan lebih dari 400 mentor dan 300 penggerak lokal dari berbagai sektor industri.

Ia mengajak masyarakat yang memiliki minat mendirikan startup untuk mulai sedini mungkin. “Untuk mendirikan startup tidak perlu menunggu waktu yang tepat, lakukan sedini mungkin sebelum terlambat,” ujarnya.

Startup di Indonesia saat ini banyak yang bergerak pada bidang e-commerce dan fintech. Baru sejak pandemi ini, banyak startup bidang lingkungan dan kesehatan bermunculan.

Sementara, apresiasi juga disampaikan Rektor Universitas PGRI Semarang Dr Muhdi SH MHum.

Dirinya pun mengajak para anak muda, khususnya mahasiswa UPGRIS,  untuk mampu menjadi wirausahawan atau entrepreneur muda dengan memanfaatkan teknologi digital, yang saat ini terus berkembang. 

''Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini patut kita apresiasi dan dukung, sebab mampu mengajarkan agar generasi muda mampu membuka lapangan pekerjaan baru. Peluang untuk itu tentunya akan menjadi semakin terbuka lebar, dengan adanya pengembangan Startup Digital,'' terangnya.

Diterangkan, kampus pun memiliki peran penting untuk mendukung perkembangan startup atau pun entrepreneur di Indonesia. Apalagi hal tersebut didukung dengan program dari Kemendikbud melalui kebijakan ''Merdeka Belajar, Kampus Merdeka''.

"UPGRIS juga ikut serta ambil bagian, melalui pengabdian masyarakat hingga KKN tematik. Ikut serta dalam mendampingi kaum marjinal,  dalam mengembangkan usaha dengan memanfaatkan teknologi digital. Termasuk melatih ibu-ibu atau masyarakat pedesaan untuk memperluas pemasaran produknya dengan menggunakan pemanfaatan kecanggihan teknologi. Salah satunya dengan membantu pembuatan aplikasinya. Mudah-mudahan melalui gerakan ini dapat melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru di Indonesia,'' tandasnya.

Kegiatan juga diikuti Wakil Rektor IV UPGRIS Ir Suwarno Widodo MSi, dan Kepala LPPM UPGRIS Dr Seno Warsito MPd. 

Sementara, dalam kesempatan tersebut hadir sebagai keynote speaker CEO DigiTiket Rizqi Mulyantara, dengan moderator Mega Novita, S.Si., M.Si., M.Nat.Sc., Ph.D (Kepala Pusat Sains dan Teknologi UPGRIS). 

Sedangkan dalam diskusi panel 'Membangun Negeri Sejuta Potensi', hadir sebagai pembicara Dr. Achmad Buchori, M.Pd. (Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Pengembangan Jurnal LPPM UPGRIS) dan Denny Salvana Ervan (Software Engineer & Growth Analyst at MTARGET), dengan dipandu moderator dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPGRIS, Qristin Violinda S.Psi,M.M,Ph.D.

Penulis : arr , arr
Editor   : edt