Ditemui Ketua DPC PDIP Purbalingga, Pembuat Video Pelecehan Puan Maharani Minta Maaf


Ketua DPC PDIP Purbalingga HR Bambang Irawan menemui Novaldo Rendyansah (22), warga RT 02 RW 02 Jalan Komisaris Notosumarsono, pembuat video pelecehan terhadap Ketua DPR RI Puan Maharani, di rumahnya, Minggu (1/8/2021) malam.

PURBALINGGA, WAWASANCO- Pembuat video tik-tok yang berisi  pelecehan  terhadap baliho Ketua DPR RI Puan Maharani serta baliho DPC PCIP Purbalingga, Novaldo Rendyansah (22), warga RT 02 RW 02 Jalan Komisaris Notosumarsono  menyampaikan permintaan maaf setelah bertemua Ketua DPC PDIP Purbalingga HR Bambang Irawan, Minggu (1/8/2021) malam.

“Saya memang langsung  menemui pembuat video tik-tok tersebut di rumahnya. Ternyata masih remaja dan merupakan warga Purbalingga. Saya sampaikan bahwa apa yang dilakukan sangat tidak tepat. Apalagi menyangkut figur Ketua DPR RI dan parpol,” kata Bambang Irawan, Senin (2/8/2021).

Bambang Irawan menyampaikan sebuah video tik tok menjadi viral karena disebarluaskan. Isinya bernada pelecehan  kepada sosok Ketua DPR RI Puan Maharani  dan PDIP. Video tersebut dibuat dengan menggunakan filter di Instagram. “Jadi pembuatnya mencoret-coret baliho Puan Maharani dan DPC PDIP yang terpasang di ruas jalan Kabupaten Purbalingga. Ada kalimat bernada pelecehan yang juga disampaikan dalam video tersebut,” ungkapnya.

Mendapatkan laporan dari berbagai pihak, termasuk pengurus dan kader PDIPejuangan yang geram  , pihaknya lalu melakukan pengusutan siapa yang membuatnya. Dari hasil penelurusan diketahui bahwa pembuatnya adalah warga Purbalingga. “Saya lalu datangi rumahnya. Saya temui secara baik-baik. Termasuk saya menanyakan apa latar belakang pembuatan video tersebut. Bagaimanapun ini tidak dibenarkan karena merupakan sebuah penghinaan,” kata Bambang Irawan.

Rendi sang pembuat video didampingi ibunya, Sri Istyaningsih menyampaikan bahwa ide membuat video tik-tok tersebut hanya merupakan perbuatan iseng. Dia lalu menyampaikan permintaan maaf . “Saya sampaikan kepada yang bersangkutan apa yang dia lakukan sangat tidak dibenarkan dan bisa berdampak secara hukum,” ungkapnya.

Namun yang bersangkutan bersama orang tuanya menyatakan sangat menyesal dan  berjanji tidak akan mengulanginya.  Oleh karena itu Bambang Irawan menyampaikan pihaknya juga bisa memahami dan  memberikan maaf. “Kami juga memberikan edukasi kepada yang bersangkutan terkait penggunaan media sosial. Jangan sampai perbuatan tersebut  diulangi lagi. Dia juga telah membuat video permintaan maaf yang juga disampaikan melalui  media sosial,” lanjutnya.

Bambang Irawan menambahkan sebagai petugas dan kader partai pihaknya tegak lurus dengan perintah dan kehormatan partai. Namun di sisi lain sebagai bagian dari masyarakat Purbalingga  sehingga dia juga memberikan maaf kepada yang bersangkutan.

Dia menambahkan dia telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto, dan diminta untuk melakukan penyelesaian secara bijak dan menenangkan kader PDIP.

“Apapun mereka adalah anak dan warga kami. Jika memang ada kesalahan kita harus memberikan pembinaan agar tidak mengulanginya. Pesan saya berhati-hatilah bermedia sosial, jangan sampai dijadikan ajang penghinaan kepada orang lain. Ini pelajaran bagi kita semua,” imbuhnya.

Penulis : rls
Editor   : edt