Dukung Program Aku Sedulurmu Polda Jateng, Komunitas Tionghoa Bantu Rp 250 Juta


PELUNCURAN : Komunitas Tionghoa yang dikoordinatori oleh Harjanto Halim dan diwakili oleh Koesbintoro Singgih dari Yayasan Kesehatan Telogorejo, Yoga Pangemanan dari PORINTI dan Gianto (Wang iezhong) dari PERPIT Jateng, turut hadir saat peluncuran program Aku Sedulurmu di Patra Semarang Hotel, Senin (16/8/2021).

SEMARANG, WAWASANCO - Komunitas Tionghoa ikut bergotong royong dalam mendukung program Aku Sedulurmu, yang digagas Polda Jateng, dalam membantu anak yatim piatu akibat covid-19 dalam bentuk beasiswa pendidikan.

Komunitas Tionghoa yang dikoordinatori oleh Harjanto Halim dan diwakili oleh Koesbintoro Singgih dari Yayasan Kesehatan Telogorejo, Yoga Pangemanan dari PORINTI dan Gianto (Wang iezhong) dari PERPIT Jateng, turut hadir saat peluncuran program Aku Sedulurmu di Patra Semarang Hotel, Senin (16/8/2021).

“Kami mendapat informasi program Aku Sedulurmu dari Koordinator Komunitas Tionghoa bapak Harjanto Halim dan kami bertiga (Telogorejo, PORINTI, PERPIT) mendukung sekali dan kami akan membantu sebesar Rp 250 juta. Bantuan ini beda dengan bantuan yang diberikan lewat Pemkot Semarang, kalau ini bantuan lewat program Aku Sedulurmu Polda Jateng”, ungkap Singgih.

Singgih juga menyampaikan bahwa penting untuk membantu anak-anak yatim piatu terutama di Pendidikan.

“Anak yang kehilangan bapak ibu dapat merasa kehilangan masa depan. Kami percaya anak-anak dapat mengubah nasibnya dengan pendidikan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu Pendidikan anak-anak demi masa depannya”, tambahnya.

Dukungan dari Komunitas Tionghoa mendapat pada program Aku Sedulurmu mendapat apresiasi dari Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi.

“Terimakasih dari Telogorejo, PORINTI, PERPIT dan yang lainnya telah membantu turut serta meringankan beban anak-anak kita”, tegas Kapolda.

Sementara, dalam peluncuran tersebut, juga dihadiri Ketua Umum Bhayangkari, Juliati Sigit Prabowo, istri dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo, yang juga dikukuhkan sebagai Ibu Asuh.

"Program yang baru pertama kali ini mudah-mudahan bisa berkelanjutan," kata Diana Listyo, panggilan akrabnya.

Menurut dia, anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya akibat Covid-19 ini dalam kondisi rawan dan membutuhkan perlindungan khusus.

"Bukan tidak mungkin mereka kehilangan masa depan. Oleh karena itu harus dipastikan masa depan mereka tetap terjamin," katanya.

"Ini program pertama kali dilaksanakan untuk bantu anak yatim piatu akibat Covid-19. Semoga ini jadi inspirasi dan contoh pada semuanya, agar anak-anak itu terjamin pendidikan dan masa depannya. Mari kita bantu agar mereka bisa menggapai mimpi dan cita-citanya," lanjutnya.

Meski baru di launcing hari ini, namun program Aku Sedulurmu Polda Jateng sudah berjalan dengan memberikan bantuan pendidikan pada  333 anak yatim piatu di seluruh Jawa Tengah yang turut terdampak pandemi karena kedua orang tua meninggal akibat covid-19.

Dukungan terus mengalir untuk program ini, bahkan program Aku Sedulurmu juga mendapat penghargaan  Unicef (United Nations Children's Fund) yang secara resmi diberikan pada Polda Jateng.

Unicef menilai Program Aku Sedulurmu Polda Jateng merupakan program yang pertama memikirkan nasib anak-anak yatim piatu terdampak covid lewat pemberian tabungan pendidikan.

Disisi lain Kapolda Jateng menambahkan program ini merupakan bagian awal yang akan jadi program berkelanjutan.

"Program ini akan menjadi tambahan tugas di samping tugas pokok sebagai anggota Polri," katanya.

Adapun rincian besaran bantuan untuk anak yang duduk di bangku SD memperoleh bantuan sebesar Rp4,6 juta per tahun, siswa SMP sebesar Rp4,8 juta per tahun, dan SMA Rp7,2 juta per tahun.

 

Penulis : arr
Editor   : edt